Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sebanyak 30 pelajar SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti Pelatihan Content Creator Aceh 2026 yang digelar Forum Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) bersama media digital Bisnisia.id. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2026, di Aula Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh.
Pelatihan yang dimulai Jumat (6/11/2026) itu bertujuan membekali pelajar dengan keterampilan memproduksi konten digital, mulai dari mencari ide, menelusuri informasi, membuat desain visual hingga menyunting video.
Ketua JEA sekaligus CEO Bisnisia.id, Zulkarnaini Masry, dalam sambutannya mengingatkan peserta agar tidak hanya menjadikan popularitas sebagai tujuan dalam membuat konten. Menurutnya, konten digital harus memiliki pesan dan memberikan nilai positif bagi audiens.
“Jadilah konten kreator yang berisi, bukan sekadar berisik. Ada pesan-pesan positif yang bisa disampaikan kepada audiens,” kata Zulkarnaini.
Perwakilan BPS Aceh, Tasdik Ilham Muddin, mengajak peserta memanfaatkan data statistik sebagai salah satu sumber informasi dalam memproduksi konten. Ia mengatakan, data dapat membantu kreator mengangkat berbagai persoalan dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
“Data itu bukan hanya sekadar deretan angka, melainkan cerita tentang realitas di sekitar kita,” ujarnya.
Tasdik juga menjelaskan, profesi konten kreator mulai dimasukkan dalam penyesuaian Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia pada 14 September 2026. Dengan demikian, pekerjaan tersebut dapat tercatat dalam statistik ketenagakerjaan, termasuk jumlah pekerja dan tantangan yang dihadapi.
Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, yang membuka kegiatan tersebut, menilai keterampilan memproduksi konten digital menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi peluang kerja di era digital.
Menurutnya, kemampuan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha memasarkan produk melalui platform digital.
Ia menyebutkan, berdasarkan dokumen RPJM Kota Banda Aceh, jumlah usaha ekonomi kreatif di Banda Aceh mencapai sekitar 2.800 unit pada 2024. Namun, pemanfaatan internet oleh pelaku usaha mikro dan kecil masih perlu ditingkatkan.
Data BPS 2022 menunjukkan hanya 18 persen usaha mikro dan kecil di Aceh yang menggunakan internet.
“Jadi, ada 80 persen lebih yang belum menggunakan digital. Padahal, itu potensi besar untuk kita garap. Itu peluang adik-adik sekalian,” katanya.
Irwansyah berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan terus mengembangkan keterampilan melalui praktik secara berkelanjutan.
“Kalau sudah dapat pelatihan sejak SMA, itu modal awal adik-adik. Tinggal diasah saja skill-nya nanti,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pendampingan dari sejumlah konten kreator profesional dan jurnalis, yakni Awien Syuib, Teuku Iwan, Ety Rismanita (Reporter Luar Angkasa), Vita Daud, dan Cut Nauval Dafistri.
Materi yang diberikan meliputi pengembangan ide konten, pencarian dan penelusuran informasi, pembuatan desain menggunakan Canva, serta penyuntingan video melalui aplikasi CapCut. Peserta juga mengikuti praktik langsung untuk mengasah keterampilan produksi konten digital. (*)



