Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
BerandaTepati Janjinya, Hari ini Plt Gubernur Aceh Resmikan Mess untuk Tim Medis...

Tepati Janjinya, Hari ini Plt Gubernur Aceh Resmikan Mess untuk Tim Medis COVID-19

Banda Aceh (Waspada Aceh)- Tiga gedung yang disiapkan Pemerintah Aceh untuk mess Tenaga Medis COVID-19 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), hari ini Kamis (2/4/2020) mulai ditempati tenaga medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, hari ini meresmikan penggunaan gedung tersebut. Penyediaan mess atau tempat tinggal sementara tim medis ini sesuai dengan janji Nova Iriansyah, untuk mendukung fasilitas tim medis yang saat ini berjuang di garda terdepan, dalam memerangi penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Aceh.

Dalam peresmian itu, Plt Gubernur didampingi istrinya, Dyah Erti Idawati, Sekretaris Daerah Aceh,Taqwallah dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Azharuddin, mengatakan, mess atau tempat tinggal sementara itu sebagai upaya untuk memudahkan mobilitas tim medis sehingga bisa beristrahat dengan nyaman setelah bekerja menangani pasien.

“Tempat ini disediakan untuk tenaga medis COVID-19 sebagai tempat untuk beristirahat dan menginap selama bertugas dalam penanganan pasien terkait Corona. Semoga fasiltas di tempat khusus ini bisa membuat tenaga medis merasa aman dan nyaman,” kata Nova pada acara yang juga dihadiri Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, Kepala Biro Humas dan Protokol Muhammad Iswanto, Kepala Biro Tata Pemerintahan, Syakir, dan sejumlah pejabat struktural di BPSDM.

“Hari ini sebuah langkah kecil sudah kita laksanakan lagi, sesuai dengan komitmen, protokol dan norma-norma yang harus kita kerjakan dalam menangani virus corona,” lanjut Nova.

Selain tenaga medis, kata Nova, gedung tersebut juga ditempati pekerja cleaning service dan tenaga pengamanan yang bertugas di ruang penanganan pasien COVID-19. Hal tersebut dilakukan agar mereka tidak langsung berbaur dengan keluarga setelah bekerja, guna mengantisipasi kekhawatiran penyebaran virus.

“Bukan berarti mereka terinfeksi, tetapi langkah preventif jauh lebih baik. Orang yang menempati ini tidak dalam status ODP, PDP, apalagi terinfeksi, tapi mereka harus bekerja secara aman sesuai dengan protokol,” kata Nova.

Kepada Kepala BPSDM Aceh, Nova meminta agar pelayanan yang diberikan untuk tenaga medis tersebut dapat diberikan semaksimal mungkin. Dia ingin segala kebutuhan mereka selama beristirahat tercukupi.

“Semua fasilitas di sini sama dengan di rumah, ada tv, ada wifi dan bila nantinya diperlukan penambahan fasilitas lainnya maka akan kita siapkan,” tutur Nova.

Nova menjelaskan, sejauh ini persiapan Pemerintah Aceh dalam upaya penanganan penyebaran virus Corona lebih tinggi dari tren kasus yang terjadi. Dia mengatakan, kebijakan penanggulangan yang diambil akan selalu memperhatikan tren kasus.

“Kita lebih tinggi dari tren itu maksudnya dalam hal kuantitas. Di mana ruang dan fasilitas lainnya yang kita sediakan jauh lebih tinggi dari tren kasus,” kata Nova.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk mendukung segala kebijakan penanggulangan virus Corona di Aceh. Secara khusus, dia meminta semua pihak untuk terus mendukung kerja tim medis.

Sementara itu, Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, mengatakan, tiga gedung milik BPSDM tersebut mampu menampung sebanyak 160 orang tenaga medis.

“Untuk gedung asrama I ini ada 6 kamar dengan 10 tempat tidur, kemudian asrama II tersedia 26 kamar dengan 52 tempat tidur, selanjutnya asrama III ada 54 kamar dengan 108 tempat tidur,” kata Syaridin.

Syaridin mengatakan, saat ini sudah ada 28 orang tenaga medis yang telah terdaftar untuk tinggal di tempat tersebut dan 20 di antaranya sudah mulai menginap.

“Di antara 28 orang itu ada satu orang dokter, 24 orang perawat dan 3 orang cleaning service. Sampai hari ini kita akan memberi pelayanan maksimal kepada tim medis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun bisa maksimal,” ujar Syaridin. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER