BerandaAcehPutra Aceh, Mantan Dubes RI untuk Mesir, Prof Bachtiar Aly, Meninggal Dunia

Putra Aceh, Mantan Dubes RI untuk Mesir, Prof Bachtiar Aly, Meninggal Dunia

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dunia intelektual, politik, dan diplomasi Indonesia berduka. Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA, putra asli kelahiran Banda Aceh sekaligus mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (26/7/2026).

Sosok yang dikenal luas sebagai akademisi, pengamat politik, dan negarawan ini berpulang dalam usia 76 tahun di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Minggu malam, tepatnya pukul 20.30 WIB.

Kabar duka ini dikonfirmasi secara langsung oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, melalui pesan singkatnya. “Benar sekali (informasi tersebut),” tegas Sahroni membenarkan berita yang mulai menyebar cepat di kalangan tokoh masyarakat dan rekan-rekan politisi.

Sepanjang perjalanan pengabdiannya, Bachtiar Aly menorehkan jejak yang panjang dan lintas sektor. Lahir di Banda Aceh pada 21 Desember 1949, ia mengawali karier cemerlangnya sebagai akademisi, menjadi Guru Besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), sebelum kemudian dipercaya memegang amanah strategis sebagai Duta Besar RI untuk Mesir pada periode tahun 2002 hingga 2005. Ia bahkan merangkap tugas untuk negara Jibuti dan Somalia.

Selain mengabdi di luar negeri, ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Penasihat Ahli Kapolri, menghubungkan perspektif akademis dengan dunia penegakan hukum demi keamanan negara.

Di pentas politik nasional, namanya tak asing di Senayan. Pertama kali duduk sebagai Anggota DPR RI periode 1997–1999 melalui Fraksi Karya Pembangunan (Golkar) di masa Orde Baru. Namanya kembali dipercaya publik untuk dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024, mewakili Daerah Pemilihan Aceh I dari Partai NasDem.

Terakhir, almarhum yang dulunya merupakan salah satu pendiri dan tokoh penting NasDem, bergabung dan berkiprah di jajaran Partai Hanura hingga akhir hayatnya.

Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia praktis politik dan pemerintahan, Bachtiar Aly dikenal luas sebagai akademisi yang produktif dan tajam pemikirannya. Lulusan Universitas Padjadjaran yang melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di Jerman ini sering menjadi narasumber utama dalam berbagai diskusi publik, khususnya menyangkut isu komunikasi politik, hubungan internasional, serta dinamika kawasan Timur Tengah—bidang yang sangat ia kuasai.

Kehilangan sosok Bachtiar Aly bukan hanya kehilangan seorang tokoh bagi masyarakat Aceh, melainkan juga kehilangan salah satu pemikir dan penegak demokrasi yang selalu menjunjung tinggi rasionalitas, etika, dan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Hingga berita ini diturunkan, rencana pemakaman dan prosesi perpisahan masih diatur oleh keluarga besar almarhum. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER