Aceh Besar (Waspada Aceh) – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, akan menjadi pusat kemeriahan Seulanga Ardhya Garini Festival pada 15 November 2026.
Festival dalam rangka memperingati HUT ke-70 PIA Ardhya Garini itu menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari wisata terbang (joy flight), jalan santai di apron pesawat, pameran kedirgantaraan, hingga peragaan busana di landasan pacu pesawat.
Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.I Lanud SIM, Ny. Keke Suryo Anggoro, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi perempuan, keluarga, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.
“Melalui semangat Mekar di Bumi, Mewangi di Angkasa, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga di Aceh,” ujar Keke dalam temu media di Sekretariat Bersama (Sekber), Banda Aceh, Jumat malam (6/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suryo Anggoro.
Keke menjelaskan, Seulanga Ardhya Garini Festival mengusung empat pilar utama, yakni kesehatan, seni budaya dan pariwisata, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM, serta pendidikan.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Family Walk. Berbeda dari jalan santai pada umumnya, peserta akan diajak menyusuri kawasan apron dan shelter Lanud SIM dengan latar pemandangan Gunung Seulawah. Kegiatan ini juga dilengkapi Aero Space Exhibition yang menghadirkan berbagai permainan edukatif, flying fox, panahan, dan aktivitas keluarga lainnya.
Masyarakat juga berkesempatan merasakan pengalaman wisata dirgantara melalui program Aero Tourism. Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, panitia menyiapkan pengalaman penerbangan menggunakan paramotor dan pesawat fixed-wing, serta kegiatan aeromodelling.
Tak hanya itu, festival juga menghadirkan Health Experience berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sejumlah layanan yang disiapkan meliputi skrining HIV/AIDS, konsultasi dokter spesialis kandungan, pelayanan keluarga berencana (KB), hingga pameran produk kesehatan.
Di bidang ekonomi, panitia menggelar Womenpreneur Pitching Challenge yang diikuti pelaku UMKM perempuan. Dari 48 pendaftar, sebanyak 20 peserta telah diseleksi untuk mengikuti pelatihan penyusunan pitch deck bersama para pakar. Lima finalis terbaik akan mempresentasikan usaha mereka di panggung utama untuk memperebutkan piala dan penghargaan dari Ketua Pembina TP-PKK Aceh.
Sementara itu, suasana festival akan semakin semarak melalui Wastra & Art Runway Showcase. Peragaan busana ini akan berlangsung di landasan pacu Lanud SIM dengan menampilkan wastra dan batik khas Aceh Besar hasil karya perajin lokal yang berkolaborasi dengan desainer.
Agenda tersebut sekaligus dirangkai dengan peluncuran motif batik Aceh Besar oleh Ketua TP-PKK Aceh, pertunjukan tari kolosal, serta penampilan artis lokal Telaga Roka dan Dek Fank.
Menurut Keke, antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut mulai terlihat dari tingginya pendaftaran peserta joy flight dan Womenpreneur Pitching Challenge. Tiket untuk Wastra & Art Runway Showcase juga dilaporkan hampir habis terjual.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, pemerintah daerah, perbankan, organisasi perempuan, mitra usaha, serta media yang telah mendukung penyelenggaraan festival.
Melalui kegiatan tersebut, PIA Ardhya Garini Lanud SIM berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat kawasan Lanud SIM sekaligus menikmati pengalaman wisata, budaya, dan edukasi dalam satu rangkaian kegiatan.
Festival ini juga diharapkan menjadi ruang bagi perempuan Aceh untuk menunjukkan kreativitas, memperluas jejaring, serta mengembangkan potensi ekonomi keluarga. (*)



