BerandaSumatera PulihAmbulans Bantuan Pemerintah Jawab Kebutuhan Medis Aceh Timur Hingga Pelosok

Ambulans Bantuan Pemerintah Jawab Kebutuhan Medis Aceh Timur Hingga Pelosok

Aceh Timur (Waspada Aceh) – Ketersediaan ambulans bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan garis depan keselamatan nyawa warga, apalagi saat terjadi bencana. Ketika jarak menuju rumah sakit jauh dan medan berat, setiap menit yang terbuang akibat kendaraan mogok adalah risiko yang tak ternilai harganya.

Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, mempercepat pengadaan dan penyerahan enam unit ambulans baru bagi puskesmas di wilayah kerjanya, Rabu (28/10/2026) di Pendopo Bupati Aceh Timur.

“Kita tahu betul, ambulans adalah nyawa bagi warga yang membutuhkan pertolongan segera. Ada laporan kendaraan puskesmas yang mogok di tengah jalan saat membawa pasien. Itu tidak boleh terulang lagi. Karena itu, enam unit ini langsung kita serahkan hari ini agar segera beroperasi,” tegas Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam penyerahan simbolis kendaraan tersebut, Rabu (28/10/2026).

Dari enam unit ambulans yang diserahkan, lima unit bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan satu unit lainnya dari Dana Bagi Hasil (DBH) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2026. Kendaraan yang diserahkan berjenis Toyota Innova Reborn, dirancang untuk mobilitas cepat di jalan utama.

Bupati menjelaskan, tiga unit ambulans tambahan jenis double gardan berpenggerak empat roda masih dalam proses pengiriman dan diperkirakan tiba pada tahun 2027. Unit-unit khusus ini akan ditempatkan di kawasan pegunungan dan wilayah dengan medan berat, yakni Puskesmas Simpang Jernih, Peunaron, dan Matang Pudeng.

“Wilayah kita luas dan beragam medan. Di daerah pegunungan, kendaraan biasa belum tentu menjangkau. Kita ingin pelayanan kesehatan sampai ke pintu rumah warga, tanpa terhalang kondisi jalan,” ujar Al-Farlaky.

Bupati menekankan agar setiap kepala puskesmas menjaga dan memelihara kendaraan tersebut dengan sebaik-baiknya, karena aset ini dibangun dari keringat dan pajak rakyat.

“Jangan sampai ada warga yang tertunda pertolongannya hanya karena kendaraan tidak siap pakai,” pesannya.

Enam unit ambulans yang diserahkan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kepada Kepala Puskesmas guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di daerah pedalaman. (Foto: Tim Media Satgas PRR)

Dukungan Peralatan dan Pemulihan Pascabencana

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Rijalul Fikri, mengonfirmasi enam unit ambulans yang diserahkan akan dilengkapi tiga unit lagi sehingga total menjadi sembilan unit ambulans. Penyaluran ini difokuskan kepada puskesmas yang terdampak bencana banjir November tahun lalu. Selain kendaraan, pemerintah juga menyalurkan peralatan medis pendukung, termasuk perangkat USG untuk meningkatkan kemampuan diagnosis di tingkat pelayanan dasar.

“Tahun ini kita fokus pada pemulihan fungsi layanan melalui peralatan dan sarana transportasi. Pembangunan fisik puskesmas baru direncanakan mulai pada 2027,” jelas Rijalul Fikri.

Langkah tersebut sejalan dengan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera, yang mencatat sebanyak 140 puskesmas di Aceh mengalami kerusakan, 73 ringan, 44 sedang, dan 23 rusak berat serta enam rumah sakit terdampak.

Kementerian Kesehatan menargetkan 108 kegiatan sektor kesehatan di Aceh pada 2026 dengan alokasi kebutuhan sekitar Rp347,10 miliar. Kegiatan itu mencakup rehabilitasi bangunan, peralatan medis bagi 46 puskesmas dan 55 puskesmas pembantu, serta pembangunan puskesmas modular dan permanen di lokasi yang lebih aman bencana.

Kerja Bersama Terus Diperkuat

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mencatat pemulihan fasilitas kesehatan di tiga provinsi terdampak telah berjalan pesat.

“RSUD hampir 100 persen beroperasi kembali, Puskesmas juga 100 persen, tinggal enam Puskesmas Pembantu di Sumatera Utara yang masih dalam penanganan,” ujarnya. Tito juga menyampaikan, dukungan transportasi medis terus mengalir, termasuk lima ambulans dari KORPRI Nasional yang salah satunya dialokasikan ke Aceh Timur pada Juli 2026 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang juga Ketua Tim Pengarah Satgas PRR, Sugiono, menegaskan pentingnya percepatan di lokasi yang belum tuntas.

“Pemulihan bukan hanya soal membangun gedung berdiri kembali, tetapi memastikan layanan di dalamnya benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan. Semua pihak harus bergerak bersama,” ujarnya dalam rapat koordinasi 26 Oktober 2026.

Seiring penyerahan ambulans, Pemkab Aceh Timur juga menyerahkan dua unit kendaraan pengangkut sampah untuk wilayah Simpang Ulim dan Idi Tunong, bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh TA 2026. Langkah ini mengingatkan, kesehatan tidak hanya dirawat di dalam ruang perawatan, tetapi dimulai dari lingkungan yang bersih dan bebas genangan air. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER