“Kami berharap nama Calandra & Sativa ke depan bukan sekadar numpang lewat dalam peta perhotelan Indonesia, melainkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, melayani, membina, dan memajukan pariwisata tanah air dengan sepenuh jiwa”
Di peta perhotelan Sumatera, satu nama kini mulai mencatatkan jejak gemilang, Calandra & Sativa Hotel Management. Meski tergolong pendatang baru, namanya telah berkibar menyebar dari ujung timur ke ujung barat di Sumatera.
Perusahaan manajemen perhotelan ini didorong semangat dan visi dari seorang pemuda yang telah mengukir pengalaman luas di dunia perhotelan: Iwan Wahyudi, yang menjabat sebagai Direktur sekaligus penggagas berdirinya manajemen ini.
Kepada awak media, Sabtu (3/10/2026), Iwan Wahyudi menyampaikan bahwa Calandra & Sativa terus mengembangkan sayapnya, mempertegas kehadirannya dalam industri perhotelan nasional. Iwan terus bekerja keras dan bekerja verdas dari balik kemudi organisasi ini. Ia terus bergerak elegan sebagai sosok hotelier muda yang tak lagi asing di telinga pelaku pariwisata Aceh, Sumatera Utara, maupun Yogyakarta.
Iwan lahir di tanah Aceh, pada 10 Desember 1983, melewati masa remaja di Yogyakarta, dan menimba pengalaman profesional hingga ke negeri Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab.
Jejak karirnya terukir di sejumlah jaringan hotel ternama: Grand Angkasa, Garuda Plaza, Karibia, Santika, Aston, Sibayak, Taman Simalem Resort, hingga Arabia Group di Aceh. Perjalanan panjang inilah yang meletakkan fondasi kokoh bagi lahirnya manajemen yang kini ia pimpin.
Tahun ini menandai tahun keempat kiprah Calandra & Sativa sebagai operator hotel. Usia yang masih muda, namun telah mampu mengelola sepuluh unit usaha hotel dan vila yang tersebar strategis di Banda Aceh, Takengon, Siborong-borong, hingga Kota Medan, menjadi bukti nyata kepercayaan yang diberikan pemilik properti kepada manajemen ini.
Iwan tidak berjalan sendirian. Di sampingnya berdiri tim yang solid dan berdedikasi: Sinoe Eden Singarimbun menjabat sebagai Wakil Direktur, didampingi Fahmi Tumanggor selaku Direktur Pemasaran dan Desain. “Kami yakin tantangan ke depan dapat kami lalui asalkan berjuang sepenuh hati,” ucap Iwan dengan tegas.
Semangat serupa dikukuhkan oleh Agus Eko, Manajer Umum Wilayah Aceh, yang turut memperkuat barisan kepemimpinan di lapangan.
Sepuluh unit yang kini dikelola menampilkan keberagaman produk yang saling melengkapi: Dream Hill Villa Burtelege By Calandra Takengon, Fairuz Hotel By Calandra Takengon, Mita Mulia Hotel By Calandra Banda Aceh, Queen Parrona By Sativa Siborong-borong, Residence Syariah By Calandra Medan, Puri Residence By Calandra Medan, Amoda Hotel by Sativa Banda Aceh, Ace Inn By Calandra Banda Aceh, serta dua proyek yang sedang digarap: Care Inn By Calandra dan BP Heritage Hotel By Calandra.
Fokus utama pada segmen vila dan hotel kelas menengah membuat Calandra & Sativa mampu bergerak lincah, tangkas, dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan pasar.
“Kami membuktikannya dengan bertambahnya jumlah hotel yang bergabung bersama kami,” ungkap Iwan. Ia didukung sepenuhnya oleh tim manajemen unit, para pemangku kepentingan, serta dewan direksi masing-masing properti.
Cita-cita mereka sederhana namun bermakna mendalam: “Kami berharap nama Calandra & Sativa ke depan bukan sekadar numpang lewat dalam peta perhotelan Indonesia, melainkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, melayani, membina, dan memajukan pariwisata tanah air dengan sepenuh jiwa.” (*)



