Blangkejeren (Waspada Aceh) – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Deputi Bidang Kreativitas Media dan Direktorat Periklanan menggelar AdCamp: Skill Up Lab untuk meningkatkan keterampilan puluhan pelaku usaha di Kabupaten Gayo Lues.
Kegiatan yang mengusung semangat “Ekraf Peduli, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” tersebut berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, di Pendopo Bupati Gayo Lues. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dari daerah sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mencari dan mengembangkan talenta-talenta kreatif dari daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif tidak harus dimulai dari kota-kota besar, tetapi justru dapat berkembang dari daerah dengan potensi dan talenta yang dimilikinya.
“Kita mencari talenta-talenta di daerah. Teman-teman di daerah tidak perlu lagi mencari pekerjaan bahkan ke Jakarta. Cukup di sini, sudah kita koneksikan dengan media-media yang ada di Jakarta,” kata Andy.
Dia mengatakan, peserta nantinya akan mendapatkan materi mengenai pembuatan konten yang benar, termasuk tahapan dalam memproduksi konten serta storytelling.
Menurut Andy, kemampuan storytelling penting karena sebuah produk membutuhkan cerita yang mampu menarik perhatian dan dapat diterima masyarakat.
Dorong Pemulihan Ekonomi
Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Ekraf yang telah memilih Gayo Lues sebagai salah satu lokasi pelatihan.

Dia berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana yang melanda Gayo Lues dan sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana pada beberapa waktu lalu di Gayo Lues dan Aceh secara umum,” katanya.
Suhaidi mengatakan, pemerintah daerah sepakat dengan Kementerian Ekraf bahwa peserta yang telah mengikuti pelatihan harus mendapatkan pendampingan dan dukungan lanjutan.
Menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti setelah kegiatan berakhir. Pemerintah daerah perlu melakukan intervensi agar para peserta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Peserta yang dilatih hari ini harus dipastikan mampu mengembangkan potensi yang ada di dirinya dengan pelatihan ini. Ini perlu intervensi dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Dia juga berharap peserta dapat menjadi contoh bagi pemuda lainnya di Gayo Lues, terutama dalam memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan potensi diri maupun produk daerah.
Suhaidi menyebutkan, dari Aceh hanya tiga kabupaten yang terpilih menjadi lokasi pelatihan tersebut, salah satunya Gayo Lues. Karena itu, dia menilai kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan serius.
“Terima kasih kepada Menteri Ekraf. Di Aceh ini hanya ada tiga kabupaten dan salah satunya Gayo Lues yang terpilih menjadi lokasi pelatihan,” katanya.
Dia meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan serius karena pelatihan tersebut jika dilakukan secara pribadi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Pelatihan ini mahal. Ikuti dengan serius dan mari bangkitkan semangat anak-anak Gayo Lues,” tutupnya. (*)



