Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami blank spot atau belum terjangkau layanan telekomunikasi secara memadai.
Hal itu disampaikan Nezar usai menghadiri Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program KAGAMA Peduli Bencana di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026).
Nezar mengatakan, dirinya telah meninjau langsung kondisi jaringan telekomunikasi di sepanjang perjalanan dari Kuala Simpang menuju Kampung Sekumur. Dari hasil peninjauan tersebut, masih ditemukan beberapa titik yang belum memiliki kualitas sinyal yang memadai.
“Saya tadi mengecek langsung. Ada beberapa blank spot yang kami temui sejak keluar dari Kuala Simpang menuju desa ini. Setelah melihat kondisi di lapangan, ada beberapa hal yang harus segera diperkuat, terutama terkait akses sinyal dan internet,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti Komdigi) akan membangun akses internet di desa tersebut, termasuk di sekolah.
Menurut Nezar, penyediaan akses internet itu diprioritaskan untuk mendukung sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa.
“Nanti akses internet akan dibantu oleh Bakti. Kami dedikasikan untuk pendidikan, kesehatan, dan juga mendukung pelayanan pemerintahan desa,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan operator seluler untuk memperkuat jaringan telekomunikasi di kawasan terdampak bencana.
Ia menyebut perwakilan Indosat turut hadir dalam kegiatan tersebut dan diharapkan dapat ikut memperluas cakupan layanan.
“Kami juga akan mengajak operator seluler untuk memperkuat sinyal di kawasan pascabencana agar masyarakat dapat memanfaatkan konektivitas yang lebih baik dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Sekjen Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) itu.
Dalam kesempatan itu, Nezar juga menyampaikan bahwa Aceh Tamiang akan menjadi salah satu daerah yang terus mendapat perhatian melalui kolaborasi antara Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Selain pembangunan 26 unit hunian sementara dan bantuan perbaikan sekolah, UGM juga berencana mengirim mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. Akan ada program-program lanjutan yang dapat membantu masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit pascabencana,” kata Nezar. (*)



