Jakarta (Waspada Aceh) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7/2026).
Dalam momen bersejarah ini, Presiden menganugerahkan sejumlah tanda kehormatan serta pangkat istimewa kepada anggota aktif, purnawirawan, dan kesatuan kepolisian sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan jasa mereka bagi bangsa dan negara.
Dalam penganugerahan tersebut, tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya diberikan kepada tiga orang anggota kepolisian. Penghargaan ini disematkan sebagai pengakuan atas jasa besar yang telah mereka berikan dalam memajukan dan mengembangkan institusi Polri secara signifikan.
Selain itu, tanda kehormatan Nugraha Sakanti juga diberikan kepada 11 kesatuan di lingkungan Polri. Tanda kehormatan yang diambil dari bahasa Sanskerta ini memiliki makna mendalam: Nugraha berarti pemberian, sedangkan Sakanti bermakna cahaya atau kilau, melambangkan harapan agar kesatuan yang menerima senantiasa menjadi penerang dan teladan dalam tugas pengabdian.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menetapkan penganugerahan pangkat istimewa kepada tiga tokoh purnawirawan Polri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi sepanjang masa.
Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa serta pejabat tinggi negara. Di antara para hadirin yang hadir adalah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Salah satu momen yang menyita perhatian publik terjadi saat Presiden Prabowo menyapa para tokoh di tribun kehormatan. Saat bersalaman dengan Jusuf Kalla dan Sinta Nuriyah berlangsung hangat, namun momen yang menonjol terjadi ketika Prabowo menyapa Joko Widodo.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan salam hormat terlebih dahulu sebelum berjabat tangan, yang kemudian dibalas dengan salam hormat yang setara oleh Jokowi. Sikap saling menghormati kedua tokoh bangsa ini menjadi sorotan tersendiri dalam upacara tersebut.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Selain itu, hadir pula Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, serta Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Rangkaian acara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 ini tidak hanya berisi upacara pemberian penghargaan, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya adalah upacara parade militer yang gagah, peragaan kemampuan satuan, defile pasukan, serta syukuran bersama.
Sebagai penutup dan sarana edukasi, digelar pula pameran atau Expo Alat Utama dan Alat Pendukung (Alut dan Alsus) yang sepenuhnya merupakan produk dalam negeri, menegaskan dukungan terhadap kemandirian industri pertahanan dan keamanan nasional. (*)



