BerandaPendidikanDr. Sofyan Tan: Wujudkan Mimpi Pendidikan Mulia dalam 4 Dekade Perjuangan

Dr. Sofyan Tan: Wujudkan Mimpi Pendidikan Mulia dalam 4 Dekade Perjuangan

Sofyan Tan bercita-cita agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan.

Di tengah gencarnya aktivitas pembangunan Kota Medan, kini berdiri kokoh sebuah lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya menjulang secara fisik, tetapi juga membawa makna mendalam bagi kemajuan generasi mendatang.

Universitas Satya Terra Bhinneka, yang diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof Brian Yuliarto pada Senin, 29 Juni 2026 di Kompleks Yayasan Iskandar Muda, Jalan Bakul, Kecamatan Medan Sunggal, adalah buah dari perjuangan panjang, keteguhan hati, dan visi luhur dr. Sofyan Tan selama hampir empat puluh tahun mengabdi di dunia pendidikan.

Prof Brian Yuliarto mengapresiasi pembangunan kampus yang rampung hanya dalam waktu 18 bulan dan menyebutnya sebagai bukti kolaborasi, manajemen yang efektif, serta komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan di Sumatera Utara.

Peresmian kampus tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Kepala BRIN Laksdya TNI (Purn) Prof Amarulla Octavian, anggota DPR RI, Konsul Jenderal Jepang dan Malaysia, sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara dan Aceh, serta para rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Kehadiran kampus ini bukan sekadar penambahan jumlah institusi pendidikan, melainkan jawaban atas tantangan besar dalam menyediakan akses ilmu pengetahuan yang adil dan bermutu.

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar universitas ini menjadi jembatan emas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan tinggi dan membuka pintu masa depan yang lebih cerah.

“Dibangun dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kampus ini menjadi teladan bahwa kekuatan sesungguhnya ada pada persatuan,” ujarnya. Ia berharap lembaga ini mampu mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Apresiasi serupa disampaikan oleh berbagai tokoh yang hadir. Keberhasilan mewujudkan fasilitas yang megah dan lengkap dalam waktu relatif singkat dipandang sebagai bukti manajemen yang efektif serta komitmen yang tak tergoyahkan. Semua mata tertuju pada sosok yang menjadi jiwa dari perjalanan ini: Dr. Sofyan Tan, sosok tokoh pendidikan dan politisi santun yang berintegritas.

Universitas Satya Terra Bhinneka, yang diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof Brian Yuliarto pada Senin, 29 Juni 2026 di Kompleks Yayasan Iskandar Muda, Jalan Bakul, Kecamatan Medan Sunggal, adalah buah dari perjuangan panjang, keteguhan hati, dan visi luhur dr. Sofyan Tan. (Foto/Ist)

Bagi Sofyan Tan, berdirinya Universitas Satya Terra Bhinneka adalah puncak dari perjalanan panjang yang tidak selalu mulus. Ia telah melangkah sejak jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga kini ke perguruan tinggi, dengan satu prinsip utama: pendidikan adalah hak semua orang tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang sosial ekonomi.

Perjuangannya sempat diuji berat pada awalnya ketika keterbatasan dana menghampiri, saat ia membangun sekolahnya mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Utang yang awalnya sebesar Rp60 juta membengkak hingga mencapai Rp1,2 miliar, membuatnya sempat berpikir untuk menjual aset sekolah yang telah dibangunnya.

Namun, keyakinan Sofyan dan dukungan dari banyak pihak, mulai dari almarhum Insinyur Sarwono Kusuma Atmaja, rekannya Paidi yang mengagunkan tanah, hingga ketabahan sang istri, menjadi penopang yang menguatkan langkahnya.

Universitas ini dikembangkan dengan visi pembangunan berkelanjutan. Program studi yang disajikan dirancang saling terintegrasi, meliputi bidang pendidikan, manajemen hutan, pertanian, hingga bisnis digital. Lebih jauh lagi, kampus ini akan mendirikan pusat riset pertanian bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), guna melahirkan inovasi yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Sofyan Tan bercita-cita agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan harapan besar menuju Indonesia Emas 2045.

Kisah Dr. Sofyan Tan mengajarkan bahwa membangun pendidikan bukanlah pekerjaan yang selesai dalam semalam, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesabaran, pengorbanan, dan keyakinan pada nilai kemanusiaan.

Universitas Satya Terra Bhinneka kini berdiri sebagai bukti nyata: di balik kesulitan yang tak terhitung, mimpi yang teguh dan kebersamaan yang tulus akan selalu mampu mewujudkan harapan bagi generasi mendatang. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER