Beranda Laporan Khusus Rumah Kemasan Aceh Sulap Produk IKM Jadi Lebih Bernilai

Rumah Kemasan Aceh Sulap Produk IKM Jadi Lebih Bernilai

BERBAGI
Proses cetak stiker produk IKM Aceh di UPTD RKA Aceh. (Foto/Instagram Rumah Kemasan Aceh)

“Kami monitoring mereka, misalnya memberi penjelasan untuk mengubah kemasan lebih bernilai jual tinggi sehingga nantinya produk mereka mudah laku”

—Ka UPTD RKA Disperindag Aceh, Dewiana —

Kemasan produk menjadi hal yang penting untuk dapat bersaing dengan produk lain di tengah pesatnya gempuran barang impor.

Di samping kualitas produk yang dijual, kemasan juga perlu diperhatikan agar memberikan kesan menarik kepada konsumen, agar produk banyak diminati.

Namun di Aceh sendiri, isu kemasan produk masih menjadi tantangan bagi produk lokal utamanya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab banyak produk UMKM lokal yang memiliki kualitas baik dan bisa diterima oleh pasar, namun tidak memiliki kemasan produk yang menarik sehingga tidak dapat bersaing.

Maka dari itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Aceh mendirikan Rumah Kemasan Aceh (RKA) untuk memberikan solusi maupun pelatihan agar produk masyarakat mempunyai daya jual yang tinggi di pasaran.

Sekilas Tentang RKA

Kepala UPTD Rumah Kemasan Aceh (RKA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Dewiana, menyebutkan RKA telah berdiri sejak empat tahun lalu.

Dia menjelaskan, RKA banyak memfasilitasi sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di provinsi Aceh, guna mewujudkan wadah dan kemasan berbagai produk guna menambah nilai jual.

Kepala UPTD Rumah Kemasan Aceh (RKA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Dewiana. (Foto/Ist)

UPTD RKA, ucap Dewiana, memiliki tugas dan fungsi dalam melaksanakan pelayanan teknis, pembinaan dan penyuluhan informasi kemasan.

Kemudian, UPTD RKA juga bertugas melakukan pengembangan desain kemasan, alih teknologi, penyediaan sarana usaha industri kecil berbasis kemasan dan packaging, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat.

Di usianya yang meranjak empat tahun, UPTD RKA terus berbenah, terutama terkait pelayanan. Dewiana menyebutkan bahwa, saat ini RKA melayani enam jenis layanan percetakan, yaitu cetak stiker label atau merek kemasan.

Selanjutnya, jasa sablon plastik, jasa sablon goni, jasa sablon goodie bag, jasa sablon kemasan jadi, dan jasa sablon kemasan kotak.

RKA Berikan Ruang Konsultasi IKM 

Dewiana menerangkan, setiap pelaku IKM dapat berkonsultasi dengan ahli kemasan, dan para desainer di UPTD RKA. Menariknya, proses konsultasi itu tidak dibebani biaya kepada pelaku IKM yang ingin berkonsultasi.

“Untuk konsultasi desain, model dan bentuk kemasan, tidak dipungut bayaran,” terangnya.

Di samping melakukan pembinaan, ucap Dewiana, RKA juga bertugas melakukan monitoring kepada para pelaku IKM di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Hal itu bertujuan untuk memberi penjelasan bagaimana menciptakan kemasan yang bernilai jual tinggi di tingkat pasar, baik lokal maupuan nasional.

“Kami monitoring ke mereka, misalnya memberi penjelasan untuk mengubah kemasan mereka lebih bernilai jual tinggi, sehingga nantinya mudah laku,” terangnya.

Selain itu, di RKA kata Dewiana, pelaku IKM hanya dibebankan biaya pencetakan, namun tentu dengan harga yang sangat kompetitif, dan dipastikan lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

“Kita memberikan desain yang gratis, itu sangat membantu masyarakat. Mereka mencetak, mereka dapat free desain dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Mereka juga bisa mencetak di sini dengan skala kecil, tidak perlu mereka mengeluarkan biaya besar,” terang Dewiana.

Dewiana mengatakan, untuk layanan cetak stiker label/merek kemasan, terdapat empat klasifikasi yaitu cetak bahan premium (print + laminating + cutting) seharga Rp120 ribu per 120 x 80 cm full color, cetak bahan transparan glossy (print + cutting) seharga Rp90 ribu per 120 x 80 cm full color.

Sosialisasi dan pelatihan design kemasan produk IKM. (Foto/Instagram Rumah Kemasan Aceh)

Selanjutnya, lanjut Dewiana, cetak bahan standart (print + cutting) seharga Rp60 ribu per 120 x 80 cm full color dan cetak finising/laminating (doft/glossy) seharga Ro30 ribu  per 120 x 80 cm full color.

Sementara layanan jasa sablon plastik terdapat tiga klasifikasi, yaitu sablon plastik PP/PE 1-5 Kg (1 sisi/1 warna) seharga Rp35 ribu kg dengan order minimal 4 kg, sablon plastik kantong ukuran 35 (1 sisi/1 warna) seharga Rp30 ribu per kg dengan order minimal 4 kg, dan sablon plastik kantong ukuran 35 (1 sisi/2 warna) seharga Rp40 ribu per kg dengan order minimal 4 kg.

Untuk layanan sablon goni, terdapat dua klasifikasi, yaitu sablon goni ukuran 5-25 kg (1 sisi/1 warna) seharga Rp1.000 per pcs dan sablon goni ukuran 50 kg (1 sisi/1 warna) seharga Rp1.200 per pcs. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 200 pcs.

Selanjutnya, jasa sablon goodie bag, terdapat dua item yakni sablon goodie bag (1 sisi/1 warna) seharga Rp1.300 pcs dan sablon goodie bag (1 sisi/2 warna) seharga Rp1.500. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 50 pcs.

Kemudian, jasa sablon kemasan jadi terdapat dua klasifikasi, yaitu sablon kemasan stand up pounch, gusset dan seal u (1 sisi/1 warna) seharga Rp800 per pcs dan sablon kemasan stand up pounch, gusset dan seal u (1 sisi/2 warna) seharga Rp1.100 per pcs. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 100 pcs.

Sedangkan layanan sablon kemasan kotak terdiri dari sablon kemasan kotak A4/F4 bahan duplek/ivory/karton Tik (1-2 warna) + varnish seharga Rp1.300 per pcs dan sablon kemasan kotak A3+ bahan duplek/ivory/karton tik (1-2 warna) + varnish seharga Rp1.500 per pcs. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 100 pcs.

Dikatakan Dewiana, dalam menentukan jenis layanan, para pelaku IKM cukup datang satu kali saja ke UPTD Rumah Kemasan Aceh untuk konsultasi secara offline terkait desain kemasan.

Kemudian, kata Dewiana, UPTD akan melakukan proses percetakan terus menerus sesuai perjanjian. Kemasan yang dicetak selanjutkan akan dikirim ke pelaku IKM di kabupaten/kota, sesuai pesanan.

“Jadi mereka desain dulu, sudah oke, dia pesan order untuk pertama, dia konsultasi dengan kita, selanjutnya tinggal kirim ke kabupaten/kota. Tentunya, setelah proses pembayaran dilakukan via rekening PAD,” ucap Dewiana.

Ratusan IKM Cetak Kemasan 

Dewiana menyebutkan, pada tahun 2021 tercatat kurang lebih 225 IKM mencetak kemasan di UPTD Rumah Kemasan Aceh.

“Tentunya, ratusan IKM ini dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp64 juta dari target Rp2,5 juta,” sebutnya.

Jadi selain membina masyarakat, kata Dewiana, RKA juga bertugas peningkatan PAD. Hal itu sesuai Qanun Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Retribusi dan Perubuhan Qanun No. 2 tahun 2021. (adv)

BERBAGI