Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaAcehPamer Produk Mustahik Binaan, BMA Raih Penghargaan

Pamer Produk Mustahik Binaan, BMA Raih Penghargaan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Baitul Mal Aceh (BMA) memperoleh penghargaan sebagai stan terbaik III pada ajang Aceh UMKM Expo 2019. Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden, pada penutupan Aceh UMKM Expo 2019, Selasa malam (26/11/2019).

“Alhamdulillah penghargaan ini berkat kerja keras para amil dan relawan Baitul Mal Aceh. Selama ini mereka telah membina dan mendampingi para mustahik kita melalui program ZIS produktif sehingga banyak di antara mustahik yang sudah beralih menjadi muzaki,” kata Rahmad.

Pada pameran yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Aceh sejak 22 – 26 November 2019 tersebut, Baitul Mal Aceh memamerkan berbagai produk mustahik binaannya selama ini.

Ada sekitar 50 macam jenis produk mustahik yang dipamerkan dan dijual di stand Baitul Mal Aceh yang dibagi dalam beberapa sektor, seperti pertanian, industri rumah tangga, pertukangan dan kerajinan tangan lainnya.

Untuk sektor pertanian, barang yang dipamerkan berupa sayur-sayuran dan tumbuhan yang dapat dijual ke pasar. Untuk industri rumah tangga dipamerkan, kue bhoi, keu karah, gula aren dan beberapa jenis kue lainnya yang sudah dikemas lengkap dengan label.

Sedangkan untuk sektor kerajinan, produk yang dipamerakan berupa seprai, bantal, jilbab, berbagai aneka kerajinan lainnya. Terakhir sektor pertukangan, Baitul Mal Aceh juga memamerkan kurungan ayam dan penangkap tikus yang dibuat dari jerjak besi.

Rahmad menyebutkan, program bantuan modal usaha untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sudah digulirkan sejak 2006 dengan sistem qardhul hasan (pinjaman tanpa bunga). Dari 864 mustahik UMKM aktif yang dibiayai usahanya, 145 orang di antaranya sudah mandiri secara ekonomi.

“Rata-rata dari 145 usaha tersebut ada yang sudah memiliki penghasilan di atas nisab zakat. Itu artinya mereka sudah bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. Inilah harapan kita sebenarnya dari pengelolaan zakat secara produktif dan kolektif,” ungkap mantan Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Aceh tersebut.

Rahmad menambahkan, untuk program ini Baitul Mal Aceh telah menggelontorkan dana sebesar Rp4 miliar lebih. Mustahik yang dibantu rata-rata mendapatkan pinjaman modal usaha mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta setiap mustahik. Jenis usaha yang telah dibina di sektor pertanian, perdagangan, home made dan jasa.

Dia berharap dengan dana zakat dan infak yang diamanahkan melalui Baitul Mal Aceh dapat lebih banyak menyejahterakan masyarakan miskin, sehingga cita-cita Aceh Hebat yang ingin menurunkan angka kemiskinan cepat terwujud. (Ria/ks)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER