Beranda Disbudpar Aceh Malam Puncak, Disbudpar Aceh Umumkan Pemenang Tour de Koetaradja

Malam Puncak, Disbudpar Aceh Umumkan Pemenang Tour de Koetaradja

BERBAGI
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin pada malam puncak Tour de Koetaradja. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengumumkan para pemenang Tour de Koetaradja pada malam puncak, Selasa (12/10/2021) di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh.

Para peserta yang terdiri dari para pegiat sepeda tersebut berasal dari berbagai komunitas pecinta olahraga sepeda yang ada di Aceh.

Untuk menghindari kerumunan, peserta dibagi dalam beberapa tahap dengan penerapan prokes yang ketat. Peserta dibebaskan dalam memilih rute, namun minimal harus menempuh jarak 50 Km, dengan melewati berbagai objek destinasi wisata dan sejarah yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Saat kegiatan Tour de Koetaradja berlangsung, para peserta diwajibkan melampirkan foto dan video tempat wisata yang dilalui. Karena penyelenggara juga melombakan beberapa kategori yaitu Best Foto, Best Video dan Best Rute.

Adapun juara dalam kegiatan Tour de Koetaradja virtual challenge 2021, adalah sebagai berikut:

Lomba Best Foto
1. Goodpeople Cycling Community
2. Syedara Cycling Community
3. Rider Roadbike

Juara Best Video
1. Rider Roadbike
2. Peunayong Town Gowes Community
3. Syedara Cycling Community

Best Rute
1. G4Z
2. Komunitas Wenggari Satuan Tendik USK (KAWE-1 USK)
3. Mata Ie Downhill Syndicate

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, menuturkan, dalam membangkitkan perekonomian, industri pariwisata menjadi pilar yang sangat penting. Sehingga untuk menggalakkan olahraga bersepeda dan mempromosikan objek wisata dan sejarah, pihaknya menggelar Tour de Koetaradja.

“Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai lokasi pelaksanaan event tersebut, memiliki sangat banyak objek wisata. Sebagai kota tua, Banda Aceh kaya akan sejarah dari tempo dulu termasuk peradaban Islamnya dan juga menjadi salah satu destinasi wisata peninggalan tsunami 2004 silam,” tuturnya.

Sedangkan Aceh Besar, kata Jamaluddin, juga dikenal dengan wisata alamnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dengan demikian, Aceh menargetkan mampu menarik 3 (tiga) juta wisatawan nasional dan 150 ribu wisatawan internasional. Bahkan, sebagai salah satu daerah yang sedang gencar mempromosikan wisata halal, pada 2021 ini Aceh menargetkan kunjungan wisatawan muslim sebanyak 40 ribu orang.

Dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh, khususnya wisatawan nasional, maka kata Jamaluddin diperlukan pendekatan dan strategi khusus, salah satunya dengan memaksimalkan promosi pariwisata dalam berbagai sektor.

“Tour de Koetaradja diharapkan dapat menjadi magnet untuk menarik kunjungan para wisatawan nasional maupun internasional. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat akhir-akhir ini untuk melakukan olahraga sepeda,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Teuku Hendra Faisal, mengatakan, Tour de Koetaradja diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap pertumbuhan industri pariwisata di Aceh. Mengingat, Tour de Koetaradja merupakan suatu kegiatan yang mengusung konsep Sport Tourism.

Apalagi saat ini ucap Faisal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif sedang gencar-gencarnya pengembangan olahraga melalui program sport tourism. Hal itu pula yang menjadi dasar terselenggaranya Tour de Koetaradja, dengan menawarkan konsep event virtual di tengah pandemi. (Kia Rukiah)

BERBAGI