Banda Aceh (Waspada Aceh) – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh mulai menyusun kolaborasi untuk memperkuat pengembangan seni budaya di kalangan pelajar.
Salah satu program yang didorong ialah menghadirkan pertunjukan seni secara rutin di sekolah-sekolah. Komitmen itu dibahas dalam pertemuan Rektor ISBI Aceh Prof. Dr. Wildan, dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, di kampus ISBI Aceh, Senin (3/8/2026).
Murthalamuddin mengatakan pengenalan seni budaya kepada generasi muda tidak harus melalui kegiatan berskala besar.
Menurutnya, pertunjukan sederhana yang digelar secara berkelanjutan justru dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal sekaligus mencintai budaya Aceh.
“Pertunjukan tidak harus selalu dilaksanakan dalam skala besar. Kegiatan sederhana pun dapat menjadi pemantik semangat generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan seni budaya Aceh,” kata Murthalamuddin.
Ia juga mendorong setiap sekolah memiliki keunggulan yang tidak hanya bertumpu pada prestasi akademik. Sekolah dinilai perlu membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta bakat di bidang seni budaya.
Melalui kolaborasi tersebut, Dinas Pendidikan Aceh berharap lahir generasi baru pelaku seni yang mampu meneruskan jejak maestro Aceh seperti Adnan PMTOH, Syeh Lah Geunta, dan Syeh Mae.
Menanggapi hal itu, Rektor ISBI Aceh Prof. Wildan menyatakan kampus siap mendukung program tersebut melalui tenaga pengajar, mahasiswa, hingga praktisi seni yang dimiliki.
“Dengan kekuatan yang kami miliki di Jurusan Seni Pertunjukan serta Jurusan Seni Rupa dan Desain, kami optimistis gagasan ini dapat diterjemahkan menjadi program nyata,” ujarnya.
Menurut Wildan, kolaborasi itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membangun ekosistem yang memberi ruang bagi pelajar untuk belajar, berkarya, dan berkembang sebagai penerus seni budaya Aceh.
Ia menambahkan, pelaksanaan program nantinya akan diperkuat melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Ajang Gelar dan Dokumentasi Budaya ISBI Aceh yang bertugas merancang pertunjukan, mengelola ruang apresiasi, sekaligus mendokumentasikan kekayaan seni budaya Aceh.
Sementara itu, Kepala UPA Ajang Gelar dan Dokumentasi Budaya ISBI Aceh Aris Munandar, M.Ag., menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk melaksanakan berbagai kegiatan seni budaya.
“Kami siap mengambil peran dalam merancang dan melaksanakan kegiatan seni budaya bersama sekolah-sekolah. Kami berharap program ini dapat melahirkan talenta-talenta seni baru sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan Aceh,” katanya. (*)



