Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaWisata & TravelGua Tsunami Purba di Aceh Besar akan Dijadikan Geopark

Gua Tsunami Purba di Aceh Besar akan Dijadikan Geopark

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengusulkan agar gua tsunami purba (Gua Ek Lentie) di Desa Meunasah Lhok, Kabupaten Aceh Besar, bisa dijadikan kawasan geopark.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek mengatakan di Banda Aceh, Senin (28/5/2018), penemuan gua endapan tsunami di Desa Meunasah Lhok ini merupakan suatu penemuan penting untuk memperkaya kajian tsunami.

Menurutnya, Aceh menjadi tempat paling bagus untuk pembelajaran tsunami. Sekaligus menjadi laboratorium untuk memperkuat pencegahan dan kesiap-siagaan bencana di masyarakat, sehingga penemuan ini perlu didorong pelestariannya.

BPBA juga telah menginisiasi agar gua purba tsunami ini bisa menjadi situs sejarah tsunami. Dengan menyurati Sekretaris Daerah Aceh Besar dan memberikan telaah kepada Gubernur Aceh untuk menginstruksikan kepada Pemda Aceh Besar agar segera membereskan kepemilikan lahan di sekitar gua.

Nantinya gua tsunami purba ini bisa dijadikan tempat pendidikan juga menjadi lokasi kunjungan wisata tsunami. “Akan kita wujudkan geopark untuk pelestarian gua ini,” kata Dadek dalam rapat koordinasi terkait pelestarian Gua Ek Lentie di Aula BPBA di Banda Aceh.

Pihaknya akan segera menyepakati dengan Pemda Aceh Besar langkah-langkah agar upaya ini bisa terwujud. “Surat dari gubernur sudah kita sampaikan dan pihak Aceh Besar mendukung kegiatan tersebut,” ujar Dadek.

BPBA akan menyiapkan dana untuk Detail Engineering Design (DED) pembangunan geopark nya yang akan dilakukan oleh Tsunami and Disarter Mitigation Research Centre (TDMRC). “Sistem pengelolaannya juga harus kita pikirkan. Teknis akan dibicarakan kemudian,” ujar Dadek.

Nazli Ismail, tenaga ahli dari TDMRC menyebutkan hasil penelitiannya mengenai gua tersebut. Pihaknya telah melakukan penggalian untuk melihat sejarah tsunami mulai dari 7400 tahun lalu, hingga kejadian tahun 2004.

Hasil penelitian itu, kata dia, terdapat endapan – endapan tanah yang berasal dari gelombang tsunami dan kotoran kelelawar yang hidup di gua.

Menurutnya, gua ini sangat layak dijadikan tempat wisata dan dibangun Tugu Patahan Sumatera sebagai situs sejarah. “Tidak ada salahnya jiga di sini juga dibangun tugu patahan Sumatera di patahan Lamtamot,” ujar Nazli. (cdr)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER