BerandaAcehKonektivitas Sabang-India Dinilai Bisa Hidupkan Perdagangan dan Investasi

Konektivitas Sabang-India Dinilai Bisa Hidupkan Perdagangan dan Investasi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menilai rencana pembukaan konektivitas laut antara Sabang dan Kepulauan Andaman-Nicobar, India, berpotensi mengubah Sabang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen mengatakan pihaknya mendukung penuh komitmen yang telah disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk memperkuat konektivitas maritim kedua negara.

“Pengembangan pelabuhan strategis di Sabang dan Kepulauan Andaman-Nicobar akan menjadi penggerak hubungan ekonomi sekaligus mempererat kerja sama Indonesia dan India,” kata Iskandar saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, jarak Sabang dengan Kepulauan Andaman-Nicobar yang kurang dari 200 kilometer menjadi keunggulan strategis untuk membuka jalur perdagangan, investasi, hingga aktivitas bisnis lintas negara.

Ia menyebut, jika konektivitas tersebut benar-benar terealisasi, maka cita-cita awal Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas akan semakin mendekati kenyataan.

“Bukan hanya perdagangan, tetapi juga akan membuka interaksi ekonomi baru di kawasan perbatasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

BPKS berharap komitmen politik yang telah disampaikan kedua kepala negara segera ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait melalui penyusunan peta jalan (roadmap) yang jelas.

Sejumlah kementerian yang dinilai memiliki peran penting antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta kementerian yang menangani pembangunan infrastruktur.

Iskandar berharap pernyataan bersama Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Narendra Modi pada 7 Juli 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali agenda tersebut.

“Kami berharap komitmen kedua kepala negara dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret dengan penyusunan roadmap sehingga konektivitas Sabang-Andaman benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Sabang sebagai simpul penghubung Indonesia dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Prabowo menilai kedekatan geografis Aceh dengan Andaman-Nicobar menjadi modal penting untuk meningkatkan perdagangan, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan India.

Dukungan tersebut juga dinilai membuka peluang bagi Sabang untuk berkembang sebagai gerbang ekonomi Indonesia di kawasan barat, sekaligus memperkuat posisi strategisnya di jalur pelayaran Selat Malaka. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER