Rabu, Februari 21, 2024
Google search engine
BerandaNasionalGandeng Genting Oil, PKT Pastikan Pasokan Gas Bumi Pabrik Urea Papua Barat...

Gandeng Genting Oil, PKT Pastikan Pasokan Gas Bumi Pabrik Urea Papua Barat Aman

Surabaya (Waspada Aceh) – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk jual beli gas bumi di Sheraton Surabaya, Kamis (8/2/2023), dihadiri Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dan Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Kesepakatan ini sekaligus memastikan pasokan gas bumi guna memenuhi kebutuhan proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat.

GOKPL merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang energi yang memiliki potensi sumber daya gas bumi yang cukup besar dari Lapangan Asap, Merah dan Kido (AMK) di Kasuri, Papua Barat. Rencananya, penyaluran gas ini akan mulai dilaksanakan pada tahap pre-commissioning di tahun 2027.

“Pada hari ini penandatangan Genting Oil dan PT Pupuk Kalimantan Timur akan dilakukan. Hal ini dilakukan sehubungan dengan adanya penambahan potensi produksi gas di Lapangan Asap, Merah dan Kido wilayah Kasuri Papua Barat,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Tasrif mengatakan gas ini diperuntukkan untuk membangun satu pabrik pupuk di Papua. Dia melihat strategisnya Indonesia untuk bisa memanfaatkan lahan yang masih luas dan potensi Papua untuk sektor pertanian yang sangat terbuka untuk mendukung jaminan ketahanan pangan bagi Indonesia di masa mendatang.

“Kita harapkan dengan ditandatanganinya HoA antara Genting Oil dan Pupuk Kalimantan Timur, ini mampu meningkatkan kemampuan kita untuk selalu memberikan nilai tambah dan berkontribusi kepada penerimaan negara di masa mendatang untuk kemakmuran masyarakat kita,” ujar .

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya pembangunan pabrik pupuk urea di Papua Barat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Indonesia yang kemudian diamanatkan kepada PKT.

“PKT tentunya siap melaksanakan tugas yang sudah diamanahkan. Pembangunan Pabrik Papua Barat ini menjadi langkah besar yang sudah ditargetkan PKT dalam fase pertumbuhan 40 tahun kedua. Insya Allah, pada HUT ke-50 nanti, pengantongan perdana Urea di kawasan industri ini bisa terealisasi,” ujar Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi.

Mengingat gas bumi merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan dalam industri petrokimia dan pupuk, maka kerja sama antara PKT dan Genting Oil ini tentunya akan membantu memastikan stabilitas dan keberlanjutan produksi pupuk dalam negeri.

“Dengan kesiapan akan peningkatan produktivitas pupuk dalam negeri, kami harapkan pembangunan pabrik ini akan menjadi salah satu penopang kemandirian pupuk dalam negeri dan memastikan tercapainya ketahanan pangan nasional,” tambah Rahmad.

Proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1,15 juta ton dan 660 ribu ton untuk Amoniak. Ini merupakan salah satu pengembangan di fase kedua pertumbuhan PKT, yang ditarget mampu terealisasi dalam lima tahun ke depan.

General Manager Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., Ngakan Ketut Nurcahya Sentanu turut menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan kerja sama yang baik untuk mendukung program pemerintah.

“Kami menyambut baik kerja sama ini, terutama dalam mendukung proyek strategis nasional di Papua. Tentunya kami berharap dari kerja sama ini nantinya bisa menjadi salah satu bagian yang menyukseskan terjadinya proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat ini.” jelasnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments