Beranda Aceh Entaskan Kemiskinan, Kecamatan Madat Aceh Timur Bentuk Baitul Mal Gampong

Entaskan Kemiskinan, Kecamatan Madat Aceh Timur Bentuk Baitul Mal Gampong

BERBAGI

Aceh Timur (Waspada Aceh) – Baitul Mal Aceh melalui Baitul Mal Aceh Timur merencanakan membentuk Baitul Mal Gampong dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Bidang Perencanaan Baitul Mal Aceh, Dr. Abdul Rani Usman, mengatakan, dalam pembentukan baitul mal gampong sebelumnya, Baitul Mal Aceh memberi penyuluhan bekerjasama dengan Pascasarjana UIN Arraniry.

“Diharapkan dalam penyuluhan ini membuat suatu program terkait dengan usaha gampong. Dengan adanya program usaha bersama, yang terbina dan terkoneksi dengan Baitul Mal Aceh Timur dan pemerintah Aceh Timur,” ungkapnya Selasa (16/3/2021).

Setelah mengadakan penyuluhan, katanya, akan memberikan motivasi untuk baitul mal gampong. Jika Baitul Mal Gampong sudah memiliki manajemen organisasi, baik struktur, sistem dan dana, suatu saat baitul mal akan mendukung dana sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan Baitul Mal Aceh.

“Hari ini Baitul Mal Aceh hadir memberi motivasi dan penyuluhan bekerjasama dengan Pascasarjana UIN Arraniry. Karena itu baitul mal sangat berperan dalam mengentaskan kemiskinan,” ungkap Wakil Bidang Perencanaan Baitul Mal Aceh itu.

Abdul Rani Usman juga menjadi narasumber dalam penyuluhan tersebut atas permintaan Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur. Abdul Rani menyampaikan materi terkait Peran Baitul Mal Gampong dalam Qanun Aceh No. 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal.

Plt Baitul Mal Aceh Timur, Zairi, mengatakan dalam beberapa tahun yang lalu Baitul Mal Aceh Timur merencanakan membentuk baitul mal gampong. Dan ini pertama kalinya membentuk baitul mal gampong di Kecamatan Madat.

Camat Madat, Mukhtaruddin, mengatakan bahwa Kecamatan Madat memiliki potensi ekonomi, yakni perikanan dan pertanian. Sementara itu hasil padi merupakan satu-satunya sumbangan zakat yang paling besar.

Camat  menambahkan bahwa padi sekali panen hasil zakatnya senilai Rp2 miliar untuk Kecamatan Madat. Dia menambahkan bahwa dalam setahun terjadi dua kali panen padi. Itu sama dengan Rp4 miliar dana zakat yang disalurkan kepada seluruh masyarakat miskin.

“Salah satu sumber zakat yang paling besar di Kecamatan Madat adalah zakat pertanian. Harapannya bisa terbentuk baitul mal di setiap gampong agar sumbangsih zakat, infak, sedekah, jadi lebih meningkat,” tutur Mukhtaruddin.

Camat Madat berharap dengan terbentuknya baitul mal gampong semua sumber dana bisa dimasukkan ke dalam APBD supaya muncul pendapatan lain yang ada di Kecamatan Madat. (Cut Nauval Dafistri)

BERBAGI