Rabu, Juli 17, 2024
Google search engine
BerandaTulisan FeatureBakri Siddiq Jenguk Nek Eliza: "Rumah Nenek Nanti Dibangun Baitul Mal"

Bakri Siddiq Jenguk Nek Eliza: “Rumah Nenek Nanti Dibangun Baitul Mal”

Banda Aceh (Waspada Aceh) – “Nenek tak perlu pikirkan itu, biar kami yang selesaikan. Yang penting nenek pindah dulu ke Rusunawa tidak kena hujan dan banjir di sini. Rumah Nenek nanti dibangun Baitul Mal,” kata Bakri Siddiq, Pj Wali Kota Banda Aceh.

Mendengan pernyatan Pj Wali Kota, Nek Eliza pun tersenyum, sambil mengucapkan syukur. Bakri menyampaikan itu setelah Nek Eliza mengatakan, dia masih punya utang atau tunggakan di Rusunawa sebesar Rp1,3 juta. Rupanya Nek Eliza sebelumnya pernah tinggal di Rusunawa, tapi karena uang sewanya menunggak dan tak mampu membayar, dia pindah ke rumahnya sendiri yang kurang layak.

Mendengar itu, Bakri meminta Kadis Perkim Banda Aceh Bukhari, untuk menyelesaikannya, termasuk menyelesaikan masalah tunggakan Nek Eliza tersebut.

Beberapa saat sebelumnya, Selasa sore (20/12/2022), di tengah hujan gerimis, Bakri meluncur ke Makam Putroe Ijo, Dusun Kandang, Gampong Pande, Kutaraja, Kota Banda Aceh. Mobil dinas yang membawa Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq itu bukan untuk berjiarah, tapi untuk menjemput seorang nenek, yakni Nek Eliza.

Persis di depan makam, ada jalan masuk ke pemukiman padat penduduk di sana. Rumah Eliza Binti Ibrahim, nenek berusia 63 tahun ini, ternyata yang dituju pejabat Kemendagri tersebut.

Kondisi rumah cukup memperihatikan. Meski berstatus tanah milik sendiri, namun sang nenek yang sebatang kara, tinggal di rumah yang ditempel kayu triplek dan dinding yang terbuat dari spanduk bekas. Anak-anaknya semua bekerja di Medan.

Atap seng pun banyak yang bocor. Didatangi Bakri Siddiq, Nenek Eliza sumringah. Terlihat dari kerutan wajahnya, ketika menyambut sosok pria perawakan putih berbaju dinas coklat memasuki rumahnya. “Assalamuallaikum..” sapa Bakri sambil menyalami Nek Eliza.

Melirik satu per satu bagian rumah nenek ini, Bakri sembari memancarkan wajah prihatin. Dia bertanya, apakah nenek tinggal sendirian di rumah reot itu? Nek Eliza mengiyakan.

Sambil berdiskusi mendengarkan cerita sang nenek, Bakri didampingi Kadis Perkim Bukhari dan Kadis Sosial Banda Aceh Arie Maula menyatakan akan segera membawa nenek pindah sementara ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Keudah.

“Jadi, begini angota saya ini nanti akan memindahkan nenek sementara ke Rusunawa ya. Tinggal di sana sementara. Rumah ini biar nanti dibangun Baitul Mal. Sambil menunggu akan dibangun dan sampai selesai dibangun, nenek tinggal di Rusunawa dulu ya,” kata Bakri.

Bakri meminta apakah pemindahan bisa dilakukan hari itu juga, namun Kadis Perkim Bukhari menjawab kamar di Rusunawa yang akan ditempati nenek masih dipersiapkan dulu.”Senin pak, sudah bisa ditempati,” jawab Bukhari ketika ditanya Bakri Siddiq.

“Saya bisa sendiri pak, nanti naik becak,” kata nenek. Namun, langsung disela Bakri Siddiq bahwa proses pindah nenek ke Rusunawa pun akan difasilitasi menggunakan mobil dinas miliknya Pajero BL 1 A. “Itu mobil dinas milik rakyat, untuk rakyat. Siapapun bisa pakai,” kata Bakri.

Sebelum meninggalkan lokasi, Bakri Siddiq pun meninggalkan beberapa paket bahan pokok dari Dinas Sosial ke nenek itu. “Alhamdulillah, terima kasih bapak-bapak semua,” urainya sembari mendoakan kesehatan ke Pj Wali Kota.

Kepada wartawan, Bakri Siddiq menjelaskan bahwa Pemko Banda Aceh berkomitmen membantu warganya. Apalagi sang nenek yang hidup sebatang kara dengan kondisi rumah memperihatinkan.

“Nenek ini kita lihat tinggalnya tidak layak, jadi kita targetkan dalam dua tiga bulan ini bisa langsung action untuk membangun rumah nenek,” tutur Bakri.

“Mudah-mudah bisa cepat selesai dan nenek bisa kembali lagi kemari setelah penempatan sementara di Rusunawa. Bisa tinggal di tempat tinggal yang layak nantinya. Semua kita upayakan dari Pemerintah Kota Banda Aceh,” tegasnya sembari bersalaman dan berpamitan ke Nek Eliza. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER