BerandaEkonomiBSI Regional Aceh Catat Pembiayaan Rp25,4 Triliun pada Triwulan I 2026

BSI Regional Aceh Catat Pembiayaan Rp25,4 Triliun pada Triwulan I 2026

Banda Aceh  (Waspada Aceh) – BSI Regional Aceh mencatat pembiayaan mencapai Rp25,4 triliun hingga triwulan I 2026. Nilai tersebut meningkat Rp2,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Informasi itu disampaikan Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam kegiatan media gathering bertema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh” di Gedung Landmark BSI Aceh, Rabu (13/5/2026).

Imsak mengatakan, BSI Regional Aceh terus mencatat pertumbuhan positif dan berkelanjutan pada sejumlah sektor bisnis.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen secara year on year menjadi Rp21 triliun,” kata Imsak.

Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen secara tahunan menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Selain itu, total aset BSI Regional Aceh per Maret 2026 juga meningkat signifikan menjadi Rp26,4 triliun atau tumbuh 11,36 persen secara year on year.

Imsak menjelaskan, secara nasional BSI yang kini mengantongi dual licence sebagai bank syariah dan bank emas juga mencatat pertumbuhan nasabah yang signifikan pada kuartal I 2026.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI bertambah 9,26 juta nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 500 ribu menjadi 23,7 juta nasabah.

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen secara tahunan menjadi Rp329 triliun.

Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen. Sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.

Pertumbuhan DPK turut mendorong total aset BSI secara nasional per Maret 2026 meningkat menjadi Rp460,1 triliun.

Capaian tersebut mengantarkan BSI masuk dalam jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.

“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER