Beranda Laporan Khusus Tingkatkan Konektivitas Antar Kawasan Transmigrasi untuk Dorong Perekonomian Aceh

Tingkatkan Konektivitas Antar Kawasan Transmigrasi untuk Dorong Perekonomian Aceh

BERBAGI
salah satu lokasi transmigrasi di Aceh. (Foto/Ist)

“Untuk mendukung transmigrasi di antaranya dengan meningkatkan konektivitas antar kawasan, meningkatan usaha pasca panen komoditas pertanian, peningkatan SDM transmigrasi, penguatan pariwisata transmigrasi, serta digitasi transmigrasi”

— Plt Kadisnakermobduk Aceh, Erwin Ferdinansyah —

Program transmigrasi ini berpotensi menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan distribusi penduduk. Kini di berbagai kawasan, perekonomian dapat tumbuh dan berkembang termasuk di wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolir.

Untuk mendukung program Aceh Hebat, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh akan melakukan pengembangan kawasan transmigrasi melalui pendekatan berbagai strategi, antara lain dengan cara meningkatkan produktivitas warga transmigrasi.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Kadisnakermobduk) Aceh, Erwin Ferdinansyah, mengatakan transmigrasi bukan lagi sekedar untuk menjawab permasalahan distribusi penduduk, namun transmigrasi harus mampu menjawab pemerataan pertumbuhan berbasis pembangunan wilayah, yang didukung dengan teknologi informasi.

“Transmigrsi sebagai wujud nyata implementasi SDGs Desa untuk pembangunan berkelanjutan, khususnya di Provinsi Aceh,” kata Plt Kadisnakermobduk Aceh, Senin (13/12/2021).

Saat ini, tambahnya, ada beberapa strategi dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Selain insfrastruktur, juga peningkatan kualitas SDM  transmigrasi. Untuk mendukung transmigrasi, di antaranya dengan meningkatkan konektivitas antar kawasan, meningkatan usaha pasca panen komoditas pertanian, peningkatan SDM transmigrasi, penguatan pariwisata transmigrasi, serta digitasi transmigrasi.

Pada acara rapat koordinasi teknis ketenagakerjaan dan ketransmgrasian tahun 2021 pada 23-26 November 2021 di Grand Permata Hati Hotel Banda Aceh, Kadisnaker Mobduk Aceh, Erwin Ferdinansyah, memaparkan, dalam pengembangan tersebut memprioritaskan pada bidang pembangunan transmigrasi dengan pemberdayaan masyarakat transmigrasi seperti sektor produk unggulan kawasan transmigrasi, Bumdes/BUMG, embung maupun sarana olahraga.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Kadisnakermobduk) Aceh, Erwin Ferdinansyah (tengah), dalam sebuah rapat koordinasi. (Foto/Ist)

Erwin menyampaikan dalam konteks ekonomi, program transmigrasi telah berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi, yakni dengan mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Ke depan, pemerintah akan fokus melakukan revitalisasi terhadap kawasan transmigrasi yang sudah ada.

“Hal ini kita lakukan sebagai bagian dari wujud rasa terima kasih pemerintah kepada keluarga besar transmigran yang sudah bertahun-tahun berjuang. Bahkan telah mampu mendorong daerahnya menjadi lebih produktif dan berdaya saing,” kata Erwin.

Bimbingan Teknis bagi  Kelompok Tani

Implementasi dari program, salah satu yang dilaksanakan yaitu dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, dengan tujuan meningkatkan kompetensi, keterampilan dan motivasi usaha tani. Disnakermobduk Aceh dalam pengembangan, melakukan pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis bagi kelompok tani untuk  mengoptimalkan potensi di desa kawasan transmigrasi.

Setahun yang lalu Disnakermobduk Aceh melalui Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKT), melaksanakan kegiatan Bimtek Kelompok Tani bagi warga Transmigrasi UPT Bina Se-Aceh, di Lhokseumawe. Bimtek kelompok tani di lokasi transmigrasi di Aceh agar lebih kuat dalam membentuk kekompakan pada setiap anggotanya.

Kegiatan ini terdiri dari 30 orang peserta yang masing-masing lokasi UPT diwakili oleh 6 orang peserta.  UPT  Drien Sibak, Kabupaten Aceh Barat, UPT Ujong Lamie, Kabupaten Nagan Raya,  UPT Panton Limeng, Kabupaten Pidie Jaya, UPT Paya Guci Kabupaten Pidie, UPT  Lhok Gugob Kumba, Kabupaten Pidie Jaya dan UPT  Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara.

Transmigrasi Mendukung Ekonomi di Subulussalam

Kawasan transmigrasi berhasil mendukung ekonomi Kota Subulussalam. Terutama saat menurunnya aktivitas ekonomi di masa pandemi COVID-19, transmigrasi tetap mampu bergerak karena adanya transmigrasi. Sebagian besar aktivitas ekonomi tersebut bergerak dari sektor perkebunan kelapa sawit yang ada di transmigrasi.

Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian, saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi di Jakarta, Selasa (15/6/2021), menyebutkan, Kota Subulussalam memiliki sembilan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT). Sebagian besar transmigran di daerahnya berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kota Subulussalam. Keberadaan transmigrasi telah mendukung aktivitas dan produktivitas ekonomi di daerah tersebut. (Foto/Ist)

Menurutnya, hubungan antara transmigran dan masyarakat asli Subulussalam telah membaur dan berjalan secara harmonis.

“Di masa pandemi ini, Subulussalam tetap terjaga ekonominya dari transmigrasi. Harga sawit naik, ekonomi ditopang sawit, yang ini adalah usahanya (kawasan) transmigrasi,” ujarnya.

Pembangunan Kota Subulussalam sudah selayaknya dimulai dari desa-desa. Menurutnya, keberhasilan dalam membangun desa akan menjadi penentu keberhasilan pembangunan daerah.

“Membangun Indonesia harus dari desa. Nggak ada pilihan lain. Kalau desa maju, mandiri, ini akan menopang kabupaten/kota dan seterusnya,” kata Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi. (Adv)

BERBAGI