Banda Aceh (Waspada Aceh) – SMA Negeri 3 Banda Aceh mengeluarkan lima siswanya setelah terbukti terlibat aktif dalam peristiwa pengeroyokan terhadap seorang siswa..Keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan verifikasi faktual terhadap insiden yang terjadi di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Negeri 3 Banda Aceh, Muzakkir, mengatakan hasil verifikasi menemukan lima siswa yang terbukti terlibat secara aktif dalam pengeroyokan tersebut.
“Berdasarkan hasil verifikasi faktual pihak sekolah, terdapat lima siswa yang terbukti terlibat secara aktif,” kata Muzakkir dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @sman3bandaaceh dan dikutip Waspadaaceh.com, Rabu (23/9/2026).
Menurut Muzakkir, kelima siswa tersebut telah dikeluarkan dari sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, sekolah masih mendalami dugaan keterlibatan seorang siswa lainnya. Berdasarkan verifikasi awal, sekolah belum menemukan bukti keterlibatan aktif siswa tersebut.
“Apabila berdasarkan hasil pendalaman terbukti adanya keterlibatan aktif, sekolah akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Tindakan sekolah terhadap lima siswa tersebut dilakukan dua hari setelah keluarga korban melaporkan kasus itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh, Senin (21/9/2026) siang.
Laporan tersebut kini ditangani Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh. Di sisi lain, sekolah menyatakan akan memberikan pendampingan kepada siswa yang menjadi korban.
Pendampingan dilakukan untuk mendukung pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban sesuai kebutuhan serta prosedur layanan Bimbingan dan Konseling (BK).
“Terhadap siswa yang menjadi korban, sekolah akan memberikan pendampingan untuk mendukung pemulihan kondisi fisik dan psikologis sesuai dengan kebutuhan siswa serta prosedur layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang berlaku,” kata Muzakkir.
Sekolah juga mengimbau seluruh pihak, termasuk keluarga korban, tidak menyebarluaskan foto, video, identitas maupun informasi pribadi korban melalui media sosial atau media lainnya.
Sebelumnya, seorang siswa berusia 15 tahun diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah siswa di salah satu SMA di Banda Aceh.
Korban disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh setelah diduga dikeroyok saat berada di lingkungan sekolah.
Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan keluarga korban melalui unggahan Instagram pada Senin (21/9/2026) sore.
Dalam unggahan tersebut, keluarga memperlihatkan sejumlah foto yang disebut sebagai kondisi korban setelah kejadian.
Pantauan Waspadaaceh.com, foto tersebut memperlihatkan luka pada sejumlah bagian tubuh korban, di antaranya wajah, bibir, kaki dan kepala.
Kasus tersebut kini dalam penanganan Unit IV PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh. (*)



