Senin, Juni 17, 2024
Google search engine
BerandaAcehTausiah Pangdam IM di Hadapan Peajurit dan Jemaah: Jangan Lupa Bersyukur

Tausiah Pangdam IM di Hadapan Peajurit dan Jemaah: Jangan Lupa Bersyukur

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya memberikan tausiah bakda asar di hadapan ratusan prajurit dan jemaah di Masjid Babul Mawaddah Makodam IM, Selasa (18/07/2023).

Dalam tausiahnya, Pangdam mengajak jemaah untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang banyak diberikan. “Barangsiapa bersyukur kepada Allah, maka Allah akan menambah nikmatNya itu. Dan barangsiapa ingkar terhadap nikmat Allah, maka azab Allah sangat pedih,” ujar Pangdam mengutip ayat Al-Qur’an.

Pangdam IM yang kelahiran Bangkalan, Madura, 10 November 1971, itu mengaku merasa bersyukur ditugaskan ke Aceh, di mana Aceh saat ini suasananya cukup aman.

“Sebelum jadi Pangdam IM, saya pernah tinggal di asrama Lampriet. Kita pergi siang hari, sore dan bahkan pulang tengah malam pun cukup aman dan tak ada gangguan,” ucap Novi, yang baru bertugas di Aceh selama lima bulan.

Lanjut pria lulusan Akmil 1993 itu, Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin masuk surga dan dosanya telah diampuni seluruhnya, tetap melaksanakan shalat. Aisyah, isteri nabi pernah berkata, bahwa suatu malam ketika Rasulullah shalat, hingga kakinya bengkak. Padahal dosa Rasulullah telah diampuni selurunya, papar Pangdam.

“Karenanya, melanjutkan apa yang dikatakan isteri nabi, Aisyah, bahwa kita hendaknya membagi waktu kepada tiga bagian. Sepertiga waktu untuk beribadah, sepertiga untuk bekerja dan sepertiga lagi untuk keluarga,” lanjut Pangdam.

Di akhir tausiahnya, Pangdam menjelaskan bagaimana dakwah yang dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam selama 13 tahun di Mekkah.

Nabi Muhammad diusir oleh pamannya sendiri, sehingga Rasulullah terpaksa harus hijrah dan pergi ke suatu kawasan yang bernama kota Thaif. Nabi mengira mungkin penduduk Thaif akan menerima dakwahnya, namun apa yang terjadi, nabi juga diusir dan bahkan dilempari batu oleh penduduk Thaif, sehingga kaki nabi berdarah.

Sehingga turun malaikat Jibril untuk membantu nabi Muhammad dengan menawarkan agar gunung yang ada di kota Thaif diratakan, sehingga penduduk Thaif semuanya mati. Namun, tawaran malaikat ditolak oleh Rasulullah dan bahkan nabi berdoa dengan sedihnya agar penduduk Thaif yang menyakitinya diberikan hidayah oleh Allah agar mereka memeluk Islam.

Dan akhirnya dengan doa nabi kota Thaif yang sejuk itu, telah lahir ulama-ulama dan orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, tutur Pangdam IM yang pernah ke kota Thaif ketika menunaikan ibadah haji. (T.Mansursyah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER