Beranda Aceh Taman Setapak Air Jadi Objek Wisata Baru di Kuala Simpang

Taman Setapak Air Jadi Objek Wisata Baru di Kuala Simpang

BERBAGI

Kuala Simpang (Waspada Aceh) – Taman Setapak Air yang berlokasi di Jalan Tanjung Rambut, Kampung Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Aceh, kini menjadi tempat wisata baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Pembangunan taman yang baru selesai September lalu ini, ramai dikunjungi anak-anak.

Datuk Penghulu Bukit Tempurung, Ismail, mengatakan keberadaan taman ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Kota Kuala Simpang. Dengan adanya taman ini interaksi antar masyarakat semakin kuat karena warga sering berkumpul disana bersama keluarga.

“Kalau pagi hari sering dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk senam dan joging, kalau sore anak-anak bisa bermain futsal maupun memanfaatkan taman bermain anak,” kata Datuk Ismail.

Pantauan Waspadaaceh.com, untuk sarana yang tersedia di Taman Setapak Air juga lengkap termasuk sarana toilet. Untuk sarana olahraga juga tersedia lapangan futsal dan joging track sepanjang kurang lebih 500 meter. Selain itu, area food court jajanan juga tersedia di sana.

Koordinator Kota (Korkot) Program Kotaku Kabupaten Aceh Tamiang, Sutarmin menjelaskan, pembangunan Taman Setapak Air Kampung Bukit Tempurung dan RTP Kampung Perdamaian merupakan salah satu usaha penanganan permukiman kumuh di kawasan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Infrastruktur yang dibangun melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh berupa pembangunan drainase induk dari kampung Sriwijaya, Perdamaian dan Bukit Tempurung. Selain itu juga membangun ruang terbuka publik (RTP) berupa Taman Setapak Air di Bukit Tempurung dan RTP Perdamaian,” ujarnya.

Sutarmin menuturkan dengan dibangunnya infrastruktur di kawasan ini yang dulunya sering banjir, sekarang tidak pernah lagi banjir. Sedangkan kawasan Taman Setapak Air yang dulu kumuh dan banyak sampah, sekarang sudah berubah asri yang menjadi sarana berkumpulnya warga masyarakat.

“Masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengatasi banjir yaitu komitmen pemda untuk membangun sodetan drainase di kampung Paya Bedi menuju Sriwijaya untuk mengurangi debit air yang masuk ke kawasan kampung Perdamaian,” sebutnya.

Sementara untuk permasalahan perumahan kumuh masih ada beberapa rumah tidak layak huni di Kecamatan Kota Kuala Simpang yang perlu menjadi perhatian pemerintah. (Sulaiman Achmad)