Tiga Nama Bersaing ke Kursi Pj Wali Kota Banda Aceh

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Balai Kota Banda Aceh. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sekda Kota Banda Aceh Amiruddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Banda Aceh Jalaluddin bakal bersaing memperebutkan kursi Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh. Sedangkan dari Jakarta, muncul nama Bakri Siddiq, pejabat eselon II di Kemendagri.

    Pejabat eselon II Kemendagri tersebut saat ini menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). BNPP ini adalah sebuah badan yang mengelola batas wilayah perbatasan negara yang berbatasan langsung dengan 13 provinsi.

    Badan ini berisi tim dari 18 kementerian/lembaga negara di bawah komando Kemendagri. Bakri Siddiq sendiri juga diketahui putra daerah Serambi Mekkah.

    “Ketiga nama ini yang masuk dalam usulan untuk Pj Wali Kota. Selanjutnya nanti Mendagri yang akan menentukan siapa yang pantas dan cocok menjadi Pj Wali Kota,” kata seorang sumber kepada Waspadaaceh.com, Kamis (23/6/2022).

    Sumber menyebutkan ada peluang besar bagi Asisten Prekonomian dan Pembangunan Pemko Banda Aceh, Jalaluddin. Karena secara historis, Jalaluddin berpengalaman dan memiliki riwayat karir di Pemko Banda Aceh.

    “Pak Jalaluddin berpengalaman sebagai birokrat karir di Pemko Banda Aceh. Kalau Pak Amiruddin sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di Kabupaten Pidie. Pak Amiruddin sebelumnya menjabat sebagai Sekda Pidie, dan baru setahun di Pemko Banda Aceh,” jelasnya.

    Sama halnya, lanjut sumber, dengan Bakri Siddiq yang menjabat eselon II di Kemendagri. Bakri lebih banyak menghabiskan karirnya di luar Aceh, bukan di Provinsi Aceh atau Banda Aceh. “Tapi kita lihat saja nanti siapa yang jadi Pj Wali Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

    Sementara itu Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menjawab pertanyaan Waspadaaceh.com, Selasa (21/6/2022), mengatakan, baginya tidak ada masalah siapa pun yang bakal menjadi Pj Wali Kota Banda Aceh menggantikan dirinya yang akan mengakhiri masa jabatan pada Juli 2022 ini.

    “Saya harapkan Pj Wali Kota nanti adalah orang yang mampu meneruskan program Amin-Zainal yang belum selesai, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran serta memperkuat syariat Islam,” kata Aminullah Usman. (Sulaiman Achmad)