Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaAcehProf Raja Masbar: Error Survey BPS Sampai 20 Persen

Prof Raja Masbar: Error Survey BPS Sampai 20 Persen

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Akademisi sekaligus peneliti asal Universitas Syiah Kuala, Prof Raja Masbar, Selasa (28/1/2020), mengungkapkan bahwa dia menemukan adanya error sekitar 20 persen dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal ini ditemuinya saat mengkonfirmasi ulang data kemiskinan di Kabupaten Bener Meriah dan Pidie Jaya. Angka error tersebut didapat berdasarkan basis data BPS, yang dia ambil sebagai sampel.

Metode penelitian yang dilakukannya itu menggunakan data BPS, terkait dengan survei kemiskinan di Aceh. Adapun jumlah sampel yang dia gunakan untuk dua kabupaten tersebut yaitu 200 sampel.

Lanjutnya, saat diteliti ulang dia mendapat fakta adanya error yang terjadi, seperti rumah tangga tidak miskin masuk dalam basis data miskin (inclusion error) dan rumah tangga miskin tidak masuk dalam basis data kemiskinan (exclusion error).

“Fakta di lapangan menyangkut dengan inclusion error dan exclusion error. Tapi ini berdasarkan sampel data ya, bukan basis data,“ sebut Prof Raja Masbar saat wawancara di Banda Aceh.

Dijelaskannya, kesalahan yang terjadi bukan murni kesalahan dari pihak BPS. Sebab, BPS memperoleh data-data mengenai kemiskinan di tingkat desa, melalui aparatur pemerintahan desa.

Berbicara inclusion error dan exclusion error ini bisa terjadi, penyebab utamanya yaitu masih ada kepentingan dalam struktur kekuasaan di desa (power structure in village), seperti adanya kaitan keluarga, bisnis, politik, dan akumulasi aset.

“Dalam pemilihan rumah tangga miskin itulah terjadi, errornya banyak. Mungkin BPS belum berani mengeliminir error-error yang ada,“ ujarnya.

Di sisi lain, Prof Raja Masbar mengatakan data yang dirilis BPS untuk sementara waktu tetap dapat dipergunakan. Namun dengan catatan data-data tersebut mesti direvisi, agar dapat dijadikan dasar dalam perencanaan program pemerintah, terutama penanganan kemiskinan.

Menanggulangi kemiskinan di Aceh, salah satu caranya adalah mengintervensi basis data dan melakukan need assessment. Program boleh apa saja, tapi yang mesti dipastikan program-program tersebut dapat menyentuh masyarakat miskin di Aceh.

“Jadi untuk sementara update saja data BPS. Katakanlah terdapat error 20 persen, tidak menjadi masalah. Nanti diperbaiki error tersebut,“ pungkasnya. (Ria/i)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER