Polda Aceh Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita Keturunan Tionghoa Driver Grab Asal Medan

    BERBAGI
    MY terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita keturunan Tionghoa yang menjadi sopir taksi online, Grab, asal Medan. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang wanita keturunan Tionghoa berprofesi sebagai driver (sopir) taksi online Grab asal Medan, yang mayatnya ditemukan di KM 31 Gunung Salak, Aceh Utara, beberapa hari yang lalu.

    Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto, melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, dalam siaran persnya, Jumat (11/6/2021), mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan informasi, akhirnya petugas menemukan titik terang dan berhasil menangkap tersangka pelakunya.

    “Polisi melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang tersebut,” kata Winardy.

    Akhirnya, kata Winardy, salah satu terduga pelaku pembunuhan yang berinisial MY berhasil diamankan saat berada di Masjid Seuleumum, Aceh Besar, Rabu malam (8/6/2021) pukul 23.30 WIB.

    “Saat ini, MY masih diperiksa secara intensif. Semoga pelaku lainnya juga cepat tertangkap,” terang Winardy.

    Sebagaimana diketahui, Minggu (6/6/2021), publik Aceh dihebohkan dengan kabar penemuan mayat perempuan di Kilometer 31, di lintasan objek wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

    Setelah sempat tidak diketahui asal-usulnya, akhirnya polisi berhasil mengungkap identitas korban, yaitu seorang perempuan keturunan Tionghoa asal Sumatera Utara, yang berprofesi sebagai sopir taksi online.

    Berita lainnya: Warga Keturunan Tionghoa di Dusun 4 Desa Kota Galuh Perbaungan Resah

    Korban berangkat dari Medan pada 3 Juni untuk keperluan mengantar penumpang ke Kota Lhokseumawe, Aceh. Tetapi setelah berhari-hari kemudian korban tidak kunjung pulang, hingga keluarga mendapat informasi tentang penemuan mayat perempuan di jurang objek wisata Gunung Salak.

    Dari keluarganya, polisi kemudian mengetahui identitas korban, sehingga berhasil menangkap salah satu terduga pelakunya. (Kia Rukiah)