BerandaAcehPeringatan Bencana Belum Ramah Teman Tuli, Rikal Berharap Ada Lampu dan Rambu...

Peringatan Bencana Belum Ramah Teman Tuli, Rikal Berharap Ada Lampu dan Rambu Khusus

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Kelompok muda teman Tuli meminta pemerintah menyediakan rambu-rambu dan lampu peringatan bencana agar penyandang disabilitas tuli dapat mengakses informasi keselamatan secara cepat saat situasi darurat.

Permintaan tersebut disampaikan Muhammad Rikal Qamara, atau yang lebih akrab disapa Rikal melalui bahasa isyarat dalam dialog kebijakan tentang kepemimpinan perempuan untuk perdamaian, aksi kemanusiaan, dan Aceh yang tangguh di Orion Hall, Aceh Besar, Rabu (30/9/2026).

Rikal berharap pemerintah dapat menghadirkan sistem peringatan visual sebagai alternatif informasi berbasis suara yang selama ini berpotensi tidak terjangkau oleh teman Tuli.

“Semoga ke depan pemerintah bisa membuat yang seperti itu. Jujur, saya berharap hal ini bisa benar-benar diwujudkan,” ujar Rikal melalui bahasa isyarat.

Menurutnya, keberadaan rambu dan lampu peringatan penting agar teman Tuli dapat mengetahui kondisi darurat dan mengambil langkah penyelamatan ketika bencana terjadi.

Dialog tersebut membahas kepemimpinan perempuan, aksi kemanusiaan, serta upaya membangun Aceh yang tangguh dan inklusif, termasuk memastikan kelompok penyandang disabilitas memperoleh akses yang setara dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan ini dirangkai dengan pemutaran film dokumenter Inong Peudame – Together, We Were Brave, yang diproduksi UN Women Indonesia bersama AMAN Indonesia dan organisasi perempuan penggerak perdamaian.

Dialog dimoderatori Presidium Balai Syura, Dr. Rasyidah, dengan menghadirkan Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo,; Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Aceh, Muksalmina, serta Direktur Flower Aceh, Riswati.

Aspirasi Rikal menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya memastikan kebutuhan penyandang disabilitas masuk dalam perencanaan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

Penyediaan sistem peringatan visual diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses informasi keselamatan, sehingga teman Tuli tidak tertinggal ketika bencana terjadi. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER