Beranda Suara DPRK Aceh Besar Objek Wisata di Aceh Besar Diperkirakan Melonjak pada Lebaran Nanti

Objek Wisata di Aceh Besar Diperkirakan Melonjak pada Lebaran Nanti

BERBAGI
ILUSTRASI. Para pengunjung meramaikan Pantai Lampu'uk di Aceh Besar, pada Minggu (17/1/2021). (Foto/Fanz)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Eka Rizkina, memperkirakan terjadinya lonjakan wisatawan lokal yang akan memadati objek wisata di Aceh Besar, pada momen Lebaran tahun 2021.

Eka Rizkina menyampaikan hal itu menjawab Waspadaaceh.com, Selasa (27/4/2021), terkait objek wisata pada masa COVID-19 dan menghadapi Lebaran Idul Fitri 1442 H.

Menurut Eka, seiring dengan adanya kebijakan dari pemerintah tentang larangan mudik atau pulang kampung, maka hal itu akan meningkatkan jumlah kunjungan lokasi wisata lokal di daerahnya masing-masing.

Adanya larangan tersebut, menurutnya akan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berwisata di sekitar Aceh saja. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam hal ini melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), agar mempersiapkan diri terhadap terjadinya lonjakan wisatawan lokal yang berwisata pada moment lebaran tahun ini.

Untuk itu, kata Eka, Satgas COVID-19 juga harus memberikan sosialisasi untuk penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) kepada para pengunjung objek-objek wisata.

“Penyebab terjadinya lonjakan ini dengan adanya larangan mudik dari pemerintah. Jadi masyarakat pada umumnya akan mengambil alternatif berwisata selama Lebaran yang akan datang,” tutur Eka yang juga wakil ketua Komisi V DPRK Aceh Besar.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, sebagaimana diketahui, moment lebaran adalah moment bersilaturrahim. Sedangkan untuk bersilaturrahim dalam moment mudik itu dilarang sehingga masyarakat memanfaatkan untuk berwisata di daerahnya masing-masing.

Dia mengatakan, bila pada bulan Ramadhan ini objek-objek wisata di Aceh pada umumnya tutup karena masyarakat fokus beribadah, maka pada Lebaran nanti situasinya berbeda. Objek-objek wisata bakal ramai dan membludak, dan untuk itu Satgas COVID-19 harus bersiap-siap mengantisipasinya. (Kia Rukiah)