Kamis, Juli 25, 2024
Google search engine
BerandaKalah Bersaing, Sejumlah Koperasi di Aceh Bangkrut

Kalah Bersaing, Sejumlah Koperasi di Aceh Bangkrut

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Persaingan ketat menyebabkan sejumlah Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (KUMKM) mengalami kegagalan dalam pengelolaan atau manajemen usaha sehingga produktivitas menurun berujung pada kerugian, bahkan bangkrut.

“Untuk mencegahnya, maka diperlukan langkah pembinaan dan dukungan bagi KUMKM. UMKM harus terus digenjot dan ditingkatkan. Perhatian ini perlu karena KUMKM memiliki pengaruh besar dalam menentukan denyut nadi ekonomi bangsa ini,” kata Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat membuka Sosialisasi dan Bimtek Program Inklusif Lembaga Pengelola Dana Bergulir – Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (LPDB- KUMKM) di Hotel Grand Nanggroe, Rabu (30/05/2018).

Secara total, kata Nova, sektor Koperasi dan UKM berkontribusi 55,56 persen untuk PDRB nasional. Khusus untuk Aceh, sektor ini menjadi pemegang kendali ekonomi rakyat dengan daya serap tenaga kerja mencapai 85 persen. Di Aceh terdapat sekitar 3.600 Koperasi aktif dan lebih dari 90 ribu unit UMKM.

“Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya pengaruh KUMKM bagi kesejahteraan masyarakat di Aceh. Wajar jika perhatian kita untuk pengembangan sektor KUMKM ini perlu ditingkatkan demi suksesnya pembangunan Aceh,” ujar Nova.

Nova menjelaskan, salah satu kendala yang kerap dialami sektor KUMKM di Aceh adalah masalah permodalan atau akses pembiayaan. Karena tidak banyak lembaga keuangan tertarik melirik sektor tersebut.

Di tengah kesulitan permodalan itu, lanjut Nova, kehadiran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang dibentuk pemerintah pada tahun 2006 sebenarnya sangat diharapkan dapat membantu pengembangan usaha KUMKM di Aceh.

Di bawah kepemimpinan manajemen yang baru, kata Nova, LPDB berupaya menjadikan LPDB lebih inklusif dengan memperkuat kemitraan dengan dinas-dinas terkait, sehingga penyaluran dana bergulir tersebut dapat disalurkan ke daerah.

“Pemerintah Aceh tentu saja menyambut dengan antusias kehadiran LPDB yang inklusif ini. Dinas Koperasi dan UKM yang ada seluruh Aceh pasti siap bekerjasama dengan LPDB-KUMKM dalam menjalankan program tersebut,” ujar Nova seraya berharap kehadiran program LPDB ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mengatakan, manfaat dari pengalokasian dana bergulir LPDB-KUMKM yaitu, berkembangnya koperasi dan UMKM sehingga memberukan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, pengurangan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejak tahun 2008 sampai 2017, LPDB kata Braman, telah menyalurkan dana sebanyak Rp21,6 miliar di Aceh. Pada tahun 2017 lalu, LPDB telah mengalokasikan anggaran dana bergulir sebesar Rp40,35 miliar untuk KUMKM di Aceh, namun realiasinya belum ada.(B01)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER