Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaTausiahJejak Maharaja Kutablang Hingga Masjid Tuha

Jejak Maharaja Kutablang Hingga Masjid Tuha

Bangunan yang megah itu kini telah tiada. Hanya meninggalkan puing-puing saja yang telah diselimuti oleh lumut dan ilalang. Meskipun demikian, jajak peradaban tersebut masih bisa dirasakan hingga sekarang.

Bagi sebagian masyarakat Kota Lhokseumawe tidak asing lagi dengan sebutan Masjid Tuha (tua). Masjid yang terletak di Desa Meunasah Mesjid Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe.Masjid ini merupakan masjid yang paling tua di kota itu dan menyimpan beragam peradaban.

Bangunan masjid ini memiliki ukuran sekitar 15×15 meter persegi, dengan dua tingkat yang tingginya sekitar dua meter. Dari sisa bangunannya, terlihat memiliki satu pintu kecil dan sangat mirip seperti benteng pertahanan pada masa penjajahan.

Sedangkan material bangunan yang masih tersisa, terlihat batu karang yang tersusun rapi. Selanjutnya dibalut dengan semen, sepertinya pernah dilakukan renovasi. Di dalamnya dahulu terdapat mimbar dan sekarang hanya tampak bekasnya saja.

Peneliti sejarah Aceh, Husaini Usman menyebutkan, secara geografis maka letak masjid itu berada di perairan Kreung (sungai) Cunda yang membentang dari Kuala Meuraksa, hingga ke Kuala Mamplam Ujong Blang. Dahulunya di sekitar areal masjid tersebut dijadikan sebagai pelabuhan untuk barter barang.

Masjid Tuha itu sudah mulai berdiri sejak abad ke 17 dan dibangun di dalam area komplek keraton Maharaja Kutablang. Maharaja tersebut merupakan keturanan sultan Aceh dan kini jejak bangunan keraton itu sudah hancur akibat dimakan zaman.

Pada masa abad ke 17 lalu, masyarakat yang berada di areal masjid tersebut sudah memiliki peradaban yang tinggi. Karena banyak sekali ditemukan makam nisannya berukir, ditemukan tembikar dan berbagai benda lainnya.

“Masjid ini sangat banyak menyimpan peradaban. Namun sayang jejak sejarah ini tidak dilestarikan dengan baik dan sekarang menjadi rusak. Pada abada ke 17 lalu, di daerah itu sudah tergolong maju,” ujar Husaini Usman.

Seharusnya masjid tersebut dilestarikan oleh pemerintah, karena menyimpan nilai-nilai sejarah. Bahkan sekarang cenderung terabaikan. Sangat disayangkan sejarah yang telah ada menjadi hilang.(M.Agam Khalilullah)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER