Beranda Teknologi Jaringan XL Axiata Telah Jangkau 5.102 Desa di Aceh

Jaringan XL Axiata Telah Jangkau 5.102 Desa di Aceh

BERBAGI
Teknisi sedang memperkuat jaringan XL di Banda Aceh. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Meningkatnya trafik data di seluruh area Provinsi Aceh, membuat PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) juga terus memperkuat jaringan di Serambi Mekah itu. Kini, sudah menjangkau 193 kecamatan atau 68% total kecamatan dan menjangkau 5.102 desa di Provinsi Aceh.

“Trafik penggunaan layanan data terus tumbuh sekitar 138% dalam dua tahun terakhir di seluruh wilayah Aceh. Untuk itu kami juga berusaha memperluas jaringan di semua area, termasuk di pedalaman, seperti Aceh Tengah, Naga Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah,” kata Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi, dalam keterangan tertulisnya kepada Waspadaaceh.com, Senin (26/7/2021).

“Karena keberadaan layanan data dan telekomunikasi di sana sangat urgen untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat. Dalam setahun terakhir ada penambahan BTS kurang lebih 73 BTS 4G di seluruh provinsi,” ujar  Desy Sari Dewi lagi.

Desi mengatakan dalam dua tahun terakhir, peningkatan trafik tertinggi terutama terjadi di wilayah Bireuen, Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh. Di ketiga area itu, trafik meningkat antara 105 % hingga 154%. Karena itu, penguatan jaringan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Khusus area Kabupaten Pidie telah dilakukan penambahan 38 BTS 4G. Menurutnya, pertumbuhan trafik data tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas digital masyarakat yang semakin menjadi bagian dari keseharian mereka.

Selain itu, jumlah pelanggan di seluruh wilayah Aceh juga terus bertambah, di mana saat ini tercatat lebih dari 325 ribu pelanggan.

Untuk menopang layanan di seluruh wilayah Provinsi Aceh, XL Axiata total mengoperasikan lebih dari 1.850 BTS, termasuk sekitar 825 BTS 4G dan 635 BTS 3G. Jumlah tersebut juga sudah termasuk BTS yang melayani pelanggan di pulau-pulau terpencil seperti Simeulue, Sabang, Breuh, dan Nasi, yang semuanya berada di perairan Samudera Hindia.

“Bagi kami, Provinsi Aceh sangat menantang. Wilayahnya cukup luas dengan medan yang tidak mudah untuk bisa menggelar jaringan. Banyak area yang cukup terpencil, baik yang di kepulauan maupun di daratan. Beberapa kabupaten juga ada lokasi yang bisa kita kategorikan pedalaman.

Meskipun demikian, kami tidak ragu untuk terus memperluas jaringan di sini, sebagai dukungan pada visi pemerintah untuk percepatan sekaligus pemerataan pembangunan,” lanjut Desy.

Selain itu, Desy juga tidak ragu meyakinkan masyarakat Aceh untuk menggunakan layanan XL Axiata karena upaya penguatan jaringan akan terus dilakukan sepanjang tahun, baik untuk meningkatkan kualitas sinyal di area yang sudah terlayani, maupun perluasan ke area-area baru.

Dari sisi produk, XL Axiata menyediakan paket-paket layanan data melalui kartu XL dan AXIS yang disesuaikan dengan kebutuhan beragam segmen pelanggan.(sulaiman achmad)