Informasi Rapat Anggaran Pemko Banda Aceh Diduga Bocor ke “Lampaseh”

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Kantor Wali Kota Banda Aceh. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Informasi rapat teknis mengenai pergeseran anggaran yang dinilai tidak berdampak ke perekonomian masyarakat dan terkesan mubajir, diduga bocor sampai ke “Lampaseh,” Banda Aceh. 

    “Segala hal terkait kebijakan dan apa saja yang terjadi di Pemko itu sampai ke Lampaseh. Semuanya, termasuk jumlah kertas dan berapa pulpen di atas meja, jam berapa, semuanya sampai ke Lampaseh,” kata seorang sumber yang merupakan pejabat eselon II kepada Waspadaaceh.com, Kamis (4/8/2022).

    Sumber menyatakan apalagi terkait rapat anggaran serta pergeseran hingga kebijakan  penghapusan beberapa mata anggaran juga bocor keluar. Pahadal, pergeseran dan penghapusan anggaran yang dinilai tidak berdampak pada perekonomian masyarakat dan terkesan mubajir dilakukan untuk menutupi utang.

    “Rapat teknis sekali. Untuk anggaran tertentu yang dianggap mubajir, bisa dihapus. Nah, ini bocor keluar sampai ke Lampaseh. Di dalam rapat itu hanya dihadiri beberapa orang saja, tidak ramai orang yang ikut rapat tapi itu tetap bocor sampai keluar,” ujarnya.

    Sumber menjelaskan bahwa informasi pemotongan dan penghapusan anggaran yang tidak berdampak ke masyarakat merupakan sikap bijak Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq. Sumber menilai, sebenarnya tidak masalah informasi ini keluar agar masyarakat juga tahu.

    “Namun, yang heran, di ruangan rapat itu ada siapa saja yang ikut rapat, apa saja topiknya dan pembicaraannya sampai ke Lampaseh. Bahkan 15 menit habis rapat, informasi itu sudah bocor keluar,” ungkap sumber.

    Sumber lainnya yang juga eselon III di Pemko Banda Aceh juga menuturkan sebuah tempat di Lampaseh, memang dijadikan sebagai “markas” bagi beberapa pejabat yang tidak loyal. Lampaseh dipilih karena jaraknya mudah dijangkau tidak jauh dari kantor Balai Kota Banda Aceh.

    “Beberapa pejabat pada posisi tertinggi biasanya yang membahas ini. Ada tarik menarik kepentingan dengan tujuan tertentu. Seperti yang disampaikan bang Ramza, Anggota DPRK itu. Kita prihatin,” jelasnya.

    Terkait hal itu, Sekda Kota Banda Aceh Amiruddin yang dikonfirmasi Waspadaaceh.com masih enggan ditemui. Mengingat posisi Sekda, sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pesan singkat yang dikirimkan ke Amiruddin juga tidak mendapat jawaban. (sulaiman achmad)

    BERBAGI