Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Aceh pada Juli 2026 mencapai 5,38 persen.
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, jasa restoran, hingga transportasi menjadi faktor utama yang mendorong inflasi.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria mengatakan inflasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh menjadi 115,87 pada Juli 2026, dari 109,95 pada periode yang sama tahun lalu.
“Secara tahunan, Aceh mengalami inflasi sebesar 5,38 persen. Sementara inflasi bulanan sebesar 0,24 persen dan inflasi tahun kalender mencapai 1,28 persen,” kata Agus dalam rilis BPS Aceh, Rabu (5/8/2026).
Dari lima kabupaten/kota yang menjadi daerah penghitungan IHK di Aceh, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi, yakni 6,91 persen dengan IHK 120,00.
Sementara inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,50 persen dengan IHK 115,52. Menurut Agus, kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan 11,12 persen.
Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,36 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,49 persen, serta kelompok transportasi sebesar 5,69 persen.
Sebaliknya, hanya kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami deflasi atau penurunan indeks sebesar 0,98 persen.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang paling besar menyumbang inflasi tahunan, antara lain nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, bensin, dan tomat.
Dari kelompok bahan pangan, beras memberikan andil inflasi sebesar 0,38 persen, diikuti cabai merah sebesar 0,33 persen.
Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi secara tahunan meliputi bawang merah, baju muslim wanita, tarif air minum PAM, telur ayam ras, serta beberapa jenis ikan.
Untuk perkembangan harga secara bulanan, Agus menjelaskan inflasi Juli 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga beras, bensin, cabai rawit, dan tomat.
Di sisi lain, penurunan harga bawang merah dan emas perhiasan menjadi penyumbang utama deflasi pada periode yang sama. (*)



