BerandaBeritaHingga Sabtu Siang Ini Listrik di Sebagian Kota Medan Masih Padam, Warga...

Hingga Sabtu Siang Ini Listrik di Sebagian Kota Medan Masih Padam, Warga Sulit Tarik Tunai di ATM

Medan (Waspada Aceh) – Dampak pemadaman listrik besar-besaran yang melanda Kota Medan dan sekitarnya sejak usai salat Maghrib, Jumat (22/5/2026), masih terasa hingga Sabtu siang (23/5/2026).

Meskipun arus listrik sudah nyala di sebagian kawasan pada Jumat malam pukul 22.17 WIB, tapi banyak wilayah lain masih mengalami kegelapan. Padamnya listrik melumpuhkan aktivitas warga, mengganggu layanan keuangan, hingga membuat ketersediaan kebutuhan harian menjadi sulit diakses.

Dampak berkelanjutan sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari warga. Pada Sabtu pagi, warga kesulitan menemukan warung yang buka dan menyediakan sarapan, mengingat banyak pedagang belum bisa beroperasi normal.

Masalah lain yang muncul adalah krisis uang tunai. Sebagian besar mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih mati dan tidak bisa digunakan, membuat warga gagal melakukan penarikan uang.

“Untung aja sebagian warung atau toko bisa menerima transaksi menggunakan QRIS untuk bayar belanjaan,” ujar seorang ibu rumah tangga di kawasan Jalan Krakatau, Medan, yang merasakan langsung kesulitan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman tidak hanya terjadi di kota Medan saja, namun meluas serentak di empat provinsi wilayah Sumatera Bagian Utara, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.

Gangguan bermula sekitar pukul 18.40 WIB saat aliran listrik mendadak mati total, mengubah seluruh kawasan menjadi gelap gulita. Penerangan saat itu hanya mengandalkan cahaya lampu kendaraan, senter ponsel, serta sedikit lampu darurat milik warga dan pelaku usaha.

Jalan-jalan utama dan pemukiman menjadi sepi, sementara arus lalu lintas di beberapa titik sempat kacau karena lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas tidak berfungsi sama sekali.

Kondisi ini berlangsung selama hampir empat jam. Baru sekitar pukul 22.17 WIB, aliran listrik mulai kembali menyala secara bertahap di sebagian kota. Saat arus listrik menyala, Jumat malam, terdengar sorak-sorai warga dan pelaku usaha yang merasa lega setelah berjam-jam terperangkap dalam kegelapan.

Namun di sebagian kawasan kota Medan lainnya, hingga Sabtu siang ini, listrik PLN masih belum mendapatkan pasokan listrik. Salah satunya kawasan Kompleks Cemara Hijau, di mana So Tjan Peng, warga setempat, mengaku listrik di rumahnya masih padam sejak Jumat malam.

“Belum nyala pak. sejak tadi malam sampai sekarang,” ungkapnya pada Sabtu pagi.

Ketidaknyamanan ini mendorong warga mencari alternatif tempat yang memiliki pasokan listrik. Terlihat banyak warga membludak di kafe-kafe yang sudah mendapatkan aliran listrik kembali. Mereka datang bukan sekadar untuk makan atau minum, tetapi lebih banyak bertujuan mengisi daya ponsel, memanfaatkan akses internet, atau sekadar menunggu listrik di rumah masing-masing pulih kembali.

Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) kemudian merilis penjelasan resmi terkait penyebab gangguan masif ini. Berdasarkan data teknis, gangguan terdeteksi pukul 18.44 WIB, di mana sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah atau tidak tersinkronisasi.

Penyebab utamanya adalah gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi jalur Rumai – Muaro Bungo berkapasitas 275 kV, yang merupakan saluran utama penyaluran tenaga listrik antarkawasan. Kerusakan tersebut memicu pemadaman berantai yang langsung mematikan gardu induk dan jaringan distribusi, sehingga pasokan terhenti di ribuan titik.

Akibat insiden ini, aktivitas ekonomi dan sosial lumpuh total. Pasar, perkantoran, hingga fasilitas kesehatan terganggu hebat. Sejumlah rumah sakit terpaksa bergantung pada generator darurat untuk menjaga layanan vital pasien, sementara jaringan komunikasi dan internet sempat bermasalah karena menara pemancar kehilangan pasokan daya. Pelaku usaha kecil dan menengah juga dipastikan mengalami kerugian materi akibat tidak bisa beroperasi.

Hingga Sabtu siang, tim teknis PLN masih bekerja keras melakukan pemulihan sistem secara bertahap di seluruh wilayah terdampak. PLN memperkirakan waktu pemulihan total membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam terhitung sejak awal gangguan, namun bisa diperpanjang jika ditemukan kendala teknis tambahan di lapangan.

Melalui keterangannya, PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Warga diharapkan berhati-hati saat listrik mulai menyala kembali guna menghindari risiko lonjakan arus yang merusak peralatan elektronik.

Selain itu, PLN meminta agar warga tidak menyalakan terlalu banyak peralatan listrik secara bersamaan saat masa pemulihan berlangsung, agar sistem kelistrikan bisa kembali stabil lebih cepat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER