Medan (Waspada Aceh) – Sebagian besar wilayah Kota Medan dan sekitarnya mengalami pemadaman listrik total yang berlangsung hampir empat jam, mulai Sabtu petang hingga malam hari, 22 Mei 2026, membuat seluruh kawasan berubah gelap gulita dan melumpuhkan hampir seluruh aktivitas warga serta pelaku usaha.
Padamnya aliran listrik ternyata tidak hanya melanda Medan, namun meluas secara serentak di empat provinsi di wilayah Sumatera Bagian Utara, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau, akibat gangguan besar pada sistem transmisi dan pembangkitan utama.
Suasana mendadak berubah gelap total; penerangan hanya mengandalkan cahaya lampu kendaraan yang melintas, lampu senter ponsel, serta sedikit lampu darurat milik warga dan tempat usaha yang memilikinya.
Jalan-jalan utama maupun kawasan pemukiman menjadi sepi dan gelap, sementara lalu lintas di beberapa titik sempat padat dan kacau karena lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas mati sepenuhnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, pemadaman mulai terjadi tepat usai kumandang azan Maghrib, sekitar pukul 18.40 WIB, dan berlangsung hingga pukul 22.17 WIB saat aliran listrik mulai kembali menyala secara bertahap.
“Sangat mengganggu sekali. Listrik padam total sejak lepas azan Maghrib tadi. Semua kegiatan berhenti, usaha tutup, dan rumah jadi gelap total,” ungkap Maulana, salah seorang warga di kawasan Jalan Tempuling, Medan, yang juga pemilik kafe sederhana.
Begitu arus listrik kembali menyala sekitar pukul 22.17 WIB, terdengar sorak-sorai dan suara gembira dari sejumlah warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Beberapa warga langsung berteriak gembira, sementara yang lain segera menyalakan kembali peralatan elektronik dan lampu rumah mereka setelah berjam-jam berada dalam kegelapan.
Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) kemudian merilis keterangan resmi mengenai penyebab dan dampak kejadian tersebut.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, gangguan terdeteksi secara teknis pada pukul 18.44 WIB, di mana sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) terpisah atau tidak lagi tersinkronisasi satu sama lain. Penyebab utamanya dikonfirmasi terjadi pada jaringan transmisi tegangan tinggi jalur Rumai – Muaro Bungo dengan kapasitas 275 kV, yang merupakan saluran utama penyaluran tenaga listrik antarkawasan di Sumatera.
Gangguan tersebut berdampak langsung pada gardu induk pembangkitan dan jaringan distribusi, sehingga memicu pemadaman berantai yang meluas ke seluruh wilayah cakupan sistem tersebut.
Akibat insiden ini, pasokan listrik terhenti serentak di ribuan titik mulai dari provinsi paling utara di Aceh, melintasi Sumatera Utara dan Medan, hingga ke Sumatera Barat dan Riau. Aktivitas ekonomi dan sosial lumpuh total: pasar, toko, warung makan, perkantoran, fasilitas kesehatan, hingga layanan publik terganggu hebat.
Banyak usaha skala kecil dan menengah mengalami kerugian karena tidak bisa beroperasi, sementara sejumlah rumah sakit terpaksa mengandalkan generator darurat untuk menjaga layanan vital bagi pasien. Jaringan komunikasi dan internet juga sempat bermasalah di banyak lokasi karena menara pemancar tidak mendapat pasokan listrik cukup.
Hingga saat listrik kembali menyala di Medan, tim teknis PLN masih bekerja keras melakukan pemulihan sistem secara bertahap di seluruh wilayah terdampak. Dalam keterangannya, PLN menyebutkan estimasi waktu pemulihan total seluruh jaringan memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam terhitung sejak awal gangguan, tergantung tingkat kerusakan dan kondisi teknis di lapangan, dengan potensi perpanjangan waktu jika ditemukan kendala tambahan.
Pihak PLN juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan dan gangguan yang terjadi, serta mengimbau warga untuk tetap tenang, berhati-hati, dan waspada, terutama saat listrik mulai menyala kembali, untuk menghindari risiko lonjakan arus yang bisa merusak peralatan elektronik.
PLN juga meminta masyarakat tidak menyalakan terlalu banyak peralatan listrik secara bersamaan saat pemulihan berlangsung agar sistem stabil kembali lebih cepat. (*)



