Ekonom USK: Dirut Bank Aceh Syariah Harus Paham Manajemen Keuangan, Bukan Sembarangan

    BERBAGI

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ekonom Universitas Syiah Kuala (USK) Dr.Amri, menilai sosok calon Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah (BAS) harus memahami manajemen keuangan. Karena BAS punya peran menyejahterakan rakyat Aceh.

    “BAS punya peran menyejahterkan rakyat Aceh. Karena di sana uang rakyat disimpan dan dikelola. Meski uang Pemerintah Aceh, namun sumber uang itu adalah dari rakyat. Harus orang yang betul-betul memahami manajemen keuangan, bukan sembarang orang saja,” kata Amri kepada waspadaaceh.com, Senin (3/10/2022).

    Amri yang tercatat pemegang Sertifikat Planning and Budgeting dari Graduate Research Institute for Policy Studies (GRIPS) Tokyo, Jepang, ini juga mantan Sekretaris Magister Manajemen (MM) Program Pascasarjana USK. Dia menilai mengelola uang rakyat Aceh di BAS tidak seperti menjadi Dirut Bank Mandiri atau Bank BNI.

    “Berbeda dengan dirut Bank Mandiri atau Bank BNI, yang intinya memang profit oriented atau mencari keuntungan. Kalau BAS, harus bisa memberi dampak ke rakyat Aceh, termasuk UMKM kita. Jika UMKM hidup maka berdampak pada tenaga kerja dan otomatis kesejahteraan prekonomian daerah,” ujarnya.

    Untuk itu, Amri, menilai semua harus sesuai ketentuan jangan sampai ada yang dilanggar. Pengelolaan BAS tidak sama dengan bank konvensional lainnya. Untuk itu, jangan sampai gagal.

    Terkait urgensi proses pemilihan dirut baru BAS, dia menilai semua itu berdasarkan kepentingan politis pemegang saham mayoritas.

    “Kalau itu bisa saja, urgensinya. Lebih baik di awal tahun, tapi itu semua kepentingan politis pemegang saham mayoritas. Mereka punya hak untuk itu. Kalau itu saya tidak bisa berkomentar jauh, karena saya tidak pengamat politik, saya ekonom,” jelasnya. (*)