Sabtu, April 13, 2024
Google search engine
BerandaAcehDisperindag Aceh Gelar Pasar Lelang Komoditas ke 10, Ciptakan Transparansi dalam Perdagangan

Disperindag Aceh Gelar Pasar Lelang Komoditas ke 10, Ciptakan Transparansi dalam Perdagangan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh (Disperindag Aceh) menggelar Pasar Lelang Komoditas ke-10 dengan tujuan menciptakan pasar yang lebih transparan antara penjual dan pembeli.

Acara yang berlangsung di Ayani Hotel Banda Aceh, Selasa (25/7/2023) ini, menawarkan berbagai komoditas seperti kopi, coklat, minyak serai wangi, dan alpukat.

Sub Koordinator Logistik dan Sarana Distribusi Disperindag Aceh, Darmawansyah, menjelaskan, pasar lelang ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi mata rantai perdagangan, seperti sarana pembentukan harga yang transparan, harga referensi, serta memperluas jaringan usaha.

Dia mengatakan proses lelang dimulai dengan publikasi melalui media serta adanya pendaftaran, baik oleh penjual maupun calon pembeli.

Saat lelang berlangsung, pemandu lelang menyampaikan informasi mengenai komoditas yang dilelang, termasuk harga pembukaan, volume, dan spesifikasi.

“Pemenang lelang ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi pada akhir sesi lelang,” jelasnya

Pelaksanaan lelang melibatkan penyelenggara lelang, penjual, calon pembeli, serta Bappebti sebagai pengawas.

Dampak dari lelang komoditas terhadap pasar, yakni terciptanya harga referensi baru yang dapat memengaruhi harga pasar secara keseluruhan.

Selain itu, lelang komoditas juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani atau produsen kopi.

“Sehingga petani atau produsen memperoleh nilai tambah atau harga yang lebih tinggi pada lelang tersebut dibandingkan dengan tidak melalui pasar lelang komoditas,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, lelang komoditas juga bisa menghadapi beberapa kendala, seperti keterlambatan dalam transaksi dan ketidaksesuaian barang dengan sampel pada saat lelang.

Untuk mengatasi hal tersebut, dia mengingatkan agar peserta mematuhi surat perjanjian yang ditandatangani bersama dan melakukan monitoring terhadap realisasi transaksi pasar lelang.

Ansyari Puteh, pemilik usaha kopi merek Trico, mengatakan, pada acara tersebut ia membeli sebanyak 200 Kg kopi varietas robusta.

Ia berharap agar pasar lelang terus berlanjut karena dapat meningkatkan relasi dan jaringan antar pelaku industri komoditas unggulan di Aceh.

“Keberadaan lelang komoditas membantu mengontrol harga pasaran berdampak pada semangat produktivitas petani dan pelaku industri. Jadi harga aman dan kualitas terjaga,” katanya kepada Waspadaaceh.com.

Lanjut Ketua Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah (Forda UKM) Kabupaten Bireuen ini, lelang komoditas menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung perkembangan sektor pertanian dan perdagangan Aceh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER