Senin, Mei 27, 2024
Google search engine
BerandaAcehAceh Punya Pembangkit Listrik Biomassa Tandan Sawit di Aceh Tamiang

Aceh Punya Pembangkit Listrik Biomassa Tandan Sawit di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Provinsi Aceh akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), yang bersumber dari limbah padat tandan kosong sawit.

Pada Selasa (25/7/2023), PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh bersama dengan Pemkab Aceh Tamiang dan PT Prima Energi Lestari (PEL) meletakkan batu pertama Proyek PLTBm yang ditarget berkapasitas 12 Mega watt (Mw) di Kualasimpang.

Pembangunan ini sebagai wujud komitmen PLN UID Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM yaitu memproduksi energi dengan Pembangkit yang Ramah Lingkungan.

Seperti diketahui, PLTBm merupakan pembangkit listrik yang menggunakan bahan baku berupa limbah padat atau tandan kosong kelapa sawit yang ada disekitar lokasi usaha. Kapasitas PLTBm yang akan dibangun adalah 1×13 Mw output generator dan menyalurkan tenaga listrik sekitar 9,8 Mw.

Pj Bupati Aceh Tamiang Meurah Budiman mengatakan bahwa dengan hadirnya PLTBm ini bisa membangun ekonomi masyarakat. “Harapannya mudah-mudahan dalam 2 tahun kedepan, PLTBm ini sudah dapat beroperasi. Seluruh masyarakat mendukung sepenuhnya atas pembangunan PLTBm ini demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Komisaris Utama PLTBm, Karimun Usman menyampaikan PLTBm ini sudah mulai dirintis beberapa tahun belakangan ini.

“Alhamdulillah pada hari ini sudah dapat terealisasi dan dilaksanakan peletakan batu pertama, yang diperkirakan akan selesai pembangunannya dalam 1,5 tahun kedepan. Berkat kerjasama antara pemerintah daerah dan TNI/Polri, projek ini dapat terlaksana dengan aman dan kondisif, sehingga Insya Allah investor lain nantinya juga akan lebih nyaman dalam berinvestasi di Aceh,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Aceh Parulian Noviandri mengharapkan dengan hadirnya PLTBm ini bisa mengganti bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan.

“Pembakaran minyak fosil memang paling cepat tetapi mahal secara operasional ditambah harga bakar fosil mahal. Apabila PLTBm 12 MW beroperasi, maka akan menswitch dari sebelumnya bahan bakar fosil ke energi terbarukan,” ujarnya

Kondisi kelistrikan Aceh saat ini, kata Noviandri, sudah surplus energi listrik. Dengan telah beroperasinya PLTU Nagan Raya 3, saat ini kondisi kelistrikan di Aceh memiliki daya mampu 822 Mega Watt dengan beban puncak 567 Mega Watt dan surplus 260 Mega Watt.

Apalagi dengan akan beroperasinya PLTU Nagan Raya 4 sebesar 200 Mw yang akan beroperasi pada Desember 2023, dan PLTA Peusangan 1 dan 2 dengan total daya 90 Mw yang akan beroperasi pada akhir tahun ini dan di tahun 2024. Saat ini, PLN melayani lebih dari 1,6 juta pelanggan di Aceh dengan lebih dari 86 % pelanggan rumah tangga.

“Dengan sistem kelistrikan Aceh yang semakin handal dan penambahan pembangkit ini, kita harapkan semakin banyak investasi di Aceh sehingga bisa menyerap surplus energi listrik,” jelasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER