Banda Aceh (Waspada Aceh) – Harga daging sapi di pasar musiman Meugang Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, naik signifikan sehari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Harga daging sapi yang biasanya berkisar Rp130.000 per kilogram kini mencapai Rp180.000 per kilogram untuk kualitas terbaik.
Di Aceh, meugang merupakan tradisi membeli, memasak, dan menikmati daging bersama keluarga yang dilaksanakan menjelang hari-hari besar Islam, termasuk sehari sebelum Idul Adha.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Meugang Ulee Kareng, Rahmat, mengatakan harga mulai mengalami kenaikan seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
“Harga daging kualitas nomor satu sekarang Rp180 ribu per kilogram. Bisa jadi besok naik jadi Rp190 ribu kalau permintaan banyak,” kata Rahmat saat ditemui di lapaknya, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, stok daging sapi masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari meugang. Selain daging sapi, pedagang juga menjual tulang sapi yang banyak diminati warga untuk kebutuhan memasak gulai dan sop.
Tulang yang masih memiliki banyak daging dijual Rp100.000 per kilogram, sedangkan tulang biasa dibanderol Rp80.000 per kilogram.
Meski harga naik, suasana pasar mulai ramai dipadati warga yang berburu kebutuhan meugang. Salah seorang pembeli, Siti (38), mengaku tetap membeli daging karena tradisi tersebut telah menjadi bagian dari budaya keluarga.
“Walaupun harganya naik, tetap beli karena meugang hanya beberapa kali dalam setahun. Anak-anak juga sudah menunggu masakan daging di rumah,” ujarnya.
Namun demikian, Rahmat mengungkapkan jumlah pembeli tahun ini tidak seramai meugang sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi adanya pasar murah yang digelar pemerintah dan banyak masyarakat yang diperkirakan akan memperoleh daging kurban saat Idul Adha.
“Pembeli menurun karena ada pasar murah. Terus juga banyak yang tidak beli mungkin karena sudah banyak daging kurban,” katanya.
Tradisi meugang tidak hanya menjadi momen mempererat kebersamaan keluarga, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Tingginya permintaan daging menjelang Idul Adha turut memberikan keuntungan bagi peternak, pedagang daging, penjual bumbu, hingga pedagang sayuran di pasar tradisional.
Menurut dia, tradisi yang berlangsung sehari sebelum Idul Adha tersebut menciptakan perputaran uang yang besar dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak pelaku usaha kecil di Aceh. (*)



