BerandaAcehAksi Bersih-bersih dan Donor Darah Satpol PP/WH Banda Aceh di Makam Syiah...

Aksi Bersih-bersih dan Donor Darah Satpol PP/WH Banda Aceh di Makam Syiah Kuala

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Kota Banda Aceh menggelar aksi bersih-bersih di Komplek Makam Syiah Kuala. Menariknya, tak cuma bersih-bersih, aksi pelestarian lingkungan ini juga dirangkai dengan kegiatan kemanusiaan berupa donor darah.

Pantauan di lokasi, kegiatan gotong royong ini dipusatkan di area situs bersejarah Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, pada Jumat (10/7/2026).

Ratusan Personel Satpol PP WH Kota Banda Aceh bersama dengan muspika Kecamatan Kuta Alam serta turut di bantu sejumlah Personel Satpol PP WH Provinsi Aceh tampak membersihkan seluruh komplek makam hingga ke area sekitarnya.

Gandeng PMI, Kumpulkan 30 Kantong Darah

Selain fokus pada kebersihan, Satpol PP WH Kota Banda Aceh juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh untuk menggelar donor darah.

Kolaborasi ini membuahkan hasil yang positif. Dari antusiasme para personel dan partisipan yang hadir, tercatat sebanyak 30 kantong darah berhasil dikumpulkan. Seluruh kantong darah tersebut langsung diserahkan kepada PMI untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah di Kota Banda Aceh.

Wujud Nyata Gerakan Indonesia ASRI

Aksi terpadu ini merupakan pelaksanaan dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tanggal 18 Februari 2026 serta Surat Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Nomor 300.3/e.557/BAK tanggal 20 April 2026 tentang pencanangan gerakan tersebut di seluruh jajaran Satpol PP se-Indonesia.

“Kegiatan pembersihan di Komplek Makam Syiah Kuala dan aksi donor darah hari ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI di Banda Aceh,” kata Kasatpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, Jumat (10/7/2026).

Rizal menjelaskan, sesuai arahan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, pendekatan penanganan kebersihan kini ditekankan pada edukasi dan tindakan persuasif. Satpol PP didapuk sebagai pelopor yang turun langsung memberikan teladan kepada masyarakat.

“Sebagaimana arahan Bapak Dirjen Bina Adwil, kami mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Melalui aksi gotong royong di situs bersejarah ini, kami ingin memberikan contoh nyata bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Rizal.

Lebih lanjut, Rizal berharap aksi turun ke jalan membersihkan fasilitas umum ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu memicu kesadaran warga untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya baru di tengah masyarakat,” tutupnya.

Merespons Darurat Sampah Nasional

Untuk diketahui, Gerakan Indonesia ASRI dicanangkan untuk merespons ancaman darurat sampah nasional. Tercatat pada awal 2026, timbunan sampah di Indonesia telah menembus angka 26 juta ton.

Jika tren ini tak terkendali, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diprediksi bakal penuh sebelum tahun 2030. Oleh sebab itu, lewat Gerakan ASRI—yang merujuk pada empat prinsip lingkungan arahan Presiden Prabowo Subianto—pemerintah terus mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk memilah sampah, menjaga fasilitas umum, hingga menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER