Beranda Aceh Cegah Learning Loss di Aceh, Direktur Eksekutif JSI Apresiasi Ketegasan Kadisdik 

Cegah Learning Loss di Aceh, Direktur Eksekutif JSI Apresiasi Ketegasan Kadisdik 

BERBAGI
Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indrasari. (foto/ist).

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indrasari, mengapresiasi ketegasan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, dalam upaya mengatasi learning loss (hilangnya pengetahuan dan keterampilan), dengan cara melakukan penuntasan vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

Hal itu dilakukan dalam upaya mengembalikan siswa di Aceh ke Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk mencegah terjadinya learning loss, kata Ratnalia Indrasari di Banda Aceh, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya selama pandemi COVID-19 terjadi penurunan capaian pembelajaran atau disebut dengan learning loss. Di mana pemerintah Indonesia memutuskan agar sekolah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. Namun ternyata pemberlakuan PJJ mempunyai risiko lain yaitu learning loss.

Ratnalia menambahkan begitu juga dengan kondisi pendidikan di Aceh. Learning loss bisa saja akan berdampak di lingkungan pendidikan Aceh. Ia mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas penting saat ini di Aceh.

Ia mengutip pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim bahwa generasi saat ini beresiko learning loss.

Ratnalia menambahkan, menanggapi hal tersebut pemerintah akhirnya meminta semua pihak ikut mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang kian penting dan mendesak untuk mengihindarkan generasi muda Indonesia dari learning loss.

Untuk dapat segera mencegah learning loss, Dinas Pendidikan Aceh merespon dengan baik arahan dari pusat agar segera memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Aceh.

“Dinas Pendidikan Aceh sadar bahwa kurangnya kualitas serta fasilitas bagi anak dalam menjalankan PJJ selama ini juga berisiko terjadi learning loss di lingkungan Pendidikan Aceh. Maka dari itu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang diarahkan oleh pusat menjadi opsi yang sangat tepat juga di Aceh,” ujar Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif, Ratnalia Indrasari.

Dia menambahkan, terkait penuntasan vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menurutnya masih belum berjalan dengan baik di Aceh. Hal ini katanya perlu menjadi prioritas utama Dinas Pendidikan Aceh saat ini.

“Maka dari itu ketegasan dalam penuntasan vaksinasi ini menurut saya sudah tepat dilakukan oleh Kadisdik Aceh. Percepatan vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menjadi pilar penting dalam mengembalikan siswa di Aceh ke Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas,” lanjutnya. (Cut Nauval D)