BerandaAcehBP3MI Aceh Sebut 4-5 Warga Aceh Diduga Jadi Korban Online Scam di...

BP3MI Aceh Sebut 4-5 Warga Aceh Diduga Jadi Korban Online Scam di Madagaskar

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh menerima laporan terkait empat hingga lima warga asal Aceh yang diduga menjadi korban penipuan kerja hingga terjebak dalam aktivitas online scam di Madagaskar, Afrika.

Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah mengatakan, laporan tersebut disampaikan keluarga korban kepada pihaknya. Berdasarkan informasi yang diterima, para warga Aceh itu awalnya mendapat tawaran bekerja di Australia sebagai pemetik buah.

Namun, dalam proses keberangkatannya, mereka justru dibawa melalui sejumlah negara hingga akhirnya tiba di Madagaskar.

“Tujuan mereka sebenarnya ke Australia untuk bekerja sebagai pemetik buah. Namun, dalam proses pemberangkatannya mulai dari Aceh, Sumatera Utara, kemudian Malaysia, hingga akhirnya mereka dibawa ke Afrika,” kata Siti, Selasa (29/9/2026).

Sesampainya di Afrika, para WNI tersebut justru dipekerjakan dalam aktivitas online scam atau penipuan secara daring.

Siti mengatakan, para korban tidak mengetahui sejak awal bahwa pekerjaan yang ditawarkan kepada mereka berkaitan dengan aktivitas tersebut. Setelah mengetahui kondisi sebenarnya, mereka kemudian berupaya keluar dari tempat mereka bekerja.

Menurut Siti, kasus tersebut mengarah pada dugaan penipuan kerja yang berindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Dari laporan itu tentunya kami bagaimana bisa menyelamatkan warga kita,” ujarnya.

Untuk menangani kasus tersebut, BP3MI Aceh berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

KP2MI kemudian menyurati perwakilan Republik Indonesia di Madagaskar. Penanganan para WNI tersebut juga dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI di negara tersebut.

“Sekarang ini kita menunggu proses yang saat ini ditangani tentunya dari Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan kita di Madagaskar,” kata Siti.

Siti menambahkan, laporan yang diterima BP3MI Aceh sejauh ini berasal dari keluarga sekitar empat hingga lima orang. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah WNI yang berada di lokasi tersebut diduga lebih banyak.

“Mereka WNI yang sama-sama dipekerjakan di tempat yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 49 WNI dilaporkan berada di Antananarivo, Madagaskar, setelah lokasi tempat mereka bekerja dirazia aparat keamanan setempat.

Para WNI tersebut diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja dan TPPO. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan dan koordinasi pemerintah Indonesia dengan pihak terkait di Madagaskar.

Pemerintah juga melakukan koordinasi untuk memastikan perlindungan serta proses penanganan terhadap para WNI yang diduga menjadi korban.(*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER