Kamis, Juli 18, 2024
Google search engine
BerandaNasionalBNNP: Ada 29 Jalur Penyelundupan Narkoba ke Aceh

BNNP: Ada 29 Jalur Penyelundupan Narkoba ke Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Tingginya peredaran narkoba di Aceh, salah satunya disebabkan banyak jalur penyelundupan yang hingga kini masih sulit diawasi penegak hukum, kata Kepala BNNP, Brigjen Pol Faisal AN.

Berdasarkan peta yang disajikan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Rabu (13/2/2019), terdapat sedikitnya 29 ‘jalur tikus’ yang membentang di sepanjang pantai timur hingga mendekati perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

Dalam peta itu, terungkap sejumlah titik rawan penyelundupan narkoba. Seluruhnya merupakan jalur laut.

Di Langsa misalnya, narkoba bisa diselundupkan bahkan melalui pelabuhan resmi Kuala Langsa. Sementara jalur tikus ada di Alur Dua, Sarah Teubeh, Bugem, dan Rantau Seulamat. Pelabuhan tikus ini digunakan sebagai jalur masuk kapal-kapal kecil yang sulit diawasi petugas.

Di Aceh Timur, terdapat beberapa titik rawan masuknya narkoba, seperti di Matang Nibong, Peureulak, Kuala Legen, Kuala Bugak, Ame Bu Tuha, Kuala Simpang Ulim, TPI Idi Rayeuk, Lhongsa Madat, dan Gampong Abueuk.

Sementara jalur terbanyak ada di Aceh Tamiang, yakni di Kecamatan Seruway (meliputi Lubuk Damar, Pusung Kapal, Sungai Kuruk, dan Paya Udang), Kecamatan Bendahara (Teluk Kemiri, Paya raja, Bandar Baru), Kecamatan Sungai Yu (Telaga Meuku), dan Kecamatan Manyak Payed (Raja Tuha dan desa Meurandeh).

Lintas perbatasan, narkoba juga masuk ke Aceh melalui jalur tikus di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Pematang Jaya yang berbatasan dengan Aceh Tamiang.

“Masalahnya, BNNP belum punya posko di seluruh titik itu. Karena itu perlu bekerjasama dengan Angkatan Laut dan kepolisian setempat. Termasuk dengan bantuan kapal-kapal Bea Cukai,” kata Kepala BNNP, Brigjen Pol Faisal AN kepada awak media.

Untuk melancarkan aksinya, pengedar kerap memanfaatkan warga setempat untuk menyelundupkan barang haram tersebut hingga masuk ke gampong-gampong.

“Jadi ini sudah sangat sistematis. Narkoba sudah disimpan di rumah-rumah warga, di tengah-tengah lingkungan yang banyak anak mudanya. Kita harus kerja ekstra menindak ini semua,” kata Faisal. (Fuadi)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER