Selasa, Juli 23, 2024
Google search engine
BerandaBanjir Terjang Barus, 6 Orang Tewas dan Lainnya Hilang

Banjir Terjang Barus, 6 Orang Tewas dan Lainnya Hilang

Medan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara memberikan diturunkan untuk memberi pendampingan kepada para korban bencana banjir yang menerjang tujuh desa di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, Selasa (28/1/2020).

Sedikitnya enam orang tewas, dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang. Ratusan rumah penduduk mengalami kerusakan, dan ada yang ambruk dan hanyut.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, dia sudah mendapatkan perintah langsung dari Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengirim tim untuk mendampingi penanganan bencana banjir di sana.

Ruas jalan putus akibat terjangan banjir di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terjadi Selasa (28/1/2020). (Foto/BPBD Sumut)

“Tadi malam Pak Gubernur langsung menelpon saya, memberikan instruksi melakukan pendampingan serta memberikan bantuan atas kejadian bencana banjir yang telah merenggut 6 korban meninggal dunia, dan beberapa hanyut/hilang dan sedang dilakukan pencarian,” kata Riadil.

Riadil menjelaskan bahwa banjir telah menggenangi tujuh desa, yakni Desa Kampung Mudik terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Pasar terkena luapan air Sungai Aek Sirahar mengakibatkan banjir dan terendamnya pemukiman setinggi 2,5 meter.

Lalu Desa Bungo Tanjung terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Kinali terendam Banjir setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Batu Gerigis terendam banjir setinggi 2 meter dan Kelurahan Padang Masiang terendam banjir setinggi 2 meter. Terhitung ada sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir.

“Banjir kali ini terjadi diakibatkan oleh derasnya hujan yang turun sejak sore hari, dan meluapnya Sungai Sirahar Barus, sebagaimana informasi masyarakat setempat dan hasil patroli di lapangan. Personil BPBD langsung menuju ke tempat kejadian bencana (TKB) dan hingga saat ini terus dilakukan evakuasi dan mendata kerugian dan dampak yang terjadi,” ujarnya.

Tidak sendiri, Pemprovsu melalui Unit Reaksi Cepat (URC) yaitu BPBD – UPT Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, telah turun ke lokasi dengan mendirikan posko pengungsian – pos kesehatan – penanganan jalan atau tebing yang hancur, pendirian dapur umum dan sedang melakukan evakuasi korban bersama TNI dan Polri serta masyarakat.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi, telah memberi peringatan dini kepada semua kepala daerah di Sumut atas potensi hujan dan tanah longsor di beberapa titik wilayah Sumut berdasarkan info BMKG dan Badan Geologi.

Pemprovsu pun menyatakan turut prihatin atas kejadian bencana banjir di beberapa kabupaten/kota di Sumut seperti di Kabupaten Labura, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sehubungan dengan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki awal musim hujan yakni pada bulan Oktober, November dan Desember.

“Adapun puncak musim hujan umumnya terjadi pada bulan Januari dan Februari. Maka dengan itu diminta kerjasama saudara untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya angin puting beliung, banjir, dan gerakan tanah longsor,” kata Riadil sesuai intruksi Gubernur Edy.(sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER