Jakarta (Waspada Aceh) – Meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran tidak menghentikan serangan terhadap basis militer serta fasilitas pendukung kedua negara tersebut di kawasan Timur Tengah.
Iran telah meluncurkan dua gelombang serangan besar, yaitu gelombang ke-42 dan ke-46, yang menyasar Israel dan fasilitas AS. Serangan berkode “Labbaik Ya Khamenei” yang merupakan bagian dari operasi gabungan dengan Hezbollah di Lebanon melibatkan sejumlah rudal andalan seperti Emad, Qadr, Khaybar Shekan, dan Fattah, selain juga mengerahkan drone.
Operasi ini berlangsung sekitar lima jam dan menargetkan lebih dari 50 sasaran di Israel serta pangkalan militer AS di Yordania dan Arab Saudi, seperti yang disampaikan Korps Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Selanjutnya, IRGC meluncurkan gelombang rudal ke-46 dalam rangka Operasi True Promise 4. Pada Jumat (14/3/2026), IRGC merilis rekaman peluncuran rudal dan menyatakan telah mengidentifikasi target sebelumnya.
“10 tempat persembunyian dan tempat tinggal di wilayah pendudukan, dan 3 lokasi berkumpul dan penginapan pasukan AS di wilayah tersebut telah diidentifikasi dan menjadi sasaran,” ujar IRGC dalam pernyataan yang dilansir Viory.
Israel merespons dengan mengerahkan sistem pertahanan udara andalannya, Iron Dome, untuk mencegat rudal-rudal yang datang. Serangan yang terjadi pada Kamis dini hari kemarin membuat militer dan warga Israel siaga.
Menurut kantor berita Reuters, rekaman video menunjukkan sisa bagian rudal Iran jatuh dari wilayah udara Israel pada Jumat pagi.
Eskalasi konflik ini bermula setelah serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, di mana Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dinyatakan tewas. (*)



