Aceh Utara (Waspada Aceh) – “Banyak ternak kami terendam saat banjir 26 November 2025 lalu. Sebagian berhasil diselamatkan, namun kemudian jatuh sakit. Tanpa obat dan pakan, kami takut kehilangan sisa ternak yang ada,” ujar Mukhlisin, peternak dari Kecamatan Meurah Mulia, saat menerima bantuan obat hewan dan pakan tambahan.
Kisah Mukhlisin tersebut mewakili kekhawatiran ratusan peternak di Kabupaten Aceh Utara, yang kini mulai bernapas lega. Sebanyak 520 kelompok peternak yang tersebar di 26 dari 27 kecamatan di Aceh Utara, resmi menerima bantuan kesehatan hewan dan pakan pendukung, pada Oktober 2025.
Penyaluran ini merupakan langkah nyata pemerintah membantu warga untuk memulihkan usaha peternakan yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnakeswan) Aceh Utara, Erwandi, menjelaskan bantuan bersumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dalam bentuk barang yang sangat dibutuhkan di lapangan.
Beberapa jenis obat-obatan dan vitamin hewan ternak yang diterima antara lain: Pro B Plek: 50.890 bolus (10.178 strip) (suplemen vitamin B kompleks) untuk menjaga metabolisme dan kondisi ternak, Progard: 52.040 tablet (5.204 pak), disinfektan dan antiseptik untuk sanitasi kandang dan peralatan, Albenpros: 49.000 bolus (9.800 strip), obat cacing untuk mengendalikan infeksi yang menurunkan produktivitas hewan.
Peternak juga menerima bantuan Aspipros: 94.500 bolus (4.725 pot), pereda nyeri, penurun demam dan antiradang, Premiks/tambahan pakan: 45.900 kilogram (45,9 ton), mendukung pemenuhan nutrisi saat ketersediaan pakan terganggu pascabencana.
Penyaluran dilakukan melalui dua jalur yakni peternak mengambil langsung di kantor dinas di Lhokseumawe, atau diserahkan melalui penyuluh peternakan di masing-masing kecamatan. Bagi yang belum menerima, akan diusulkan pada gelombang penyaluran berikutnya.
Dukungan Nasional
Bantuan di Aceh Utara merupakan bagian dari alokasi nasional yang lebih luas. Kementerian Pertanian menyalurkan total 249.917 dosis obat hewan untuk tiga provinsi terdampak bencana: Aceh 128.552 dosis, Sumatera Utara 77.024 dosis dan Sumatera Barat 44.341 dosis.
Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, menegaskan: “Bagi peternak, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga sumber penghidupan keluarga.” Penyaluran di Aceh secara simbolis telah diserahkan pada 15 Oktober 2026 di Desa Lueng Manyo, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Ketua Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgasnas PRR) Pascabencana Sumatera, sekaligus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, menekankan pentingnya sinergi dalam upaya pemulihan.
“Kita harus bergerak dengan langkah yang sama, terkoordinasi dengan baik, serta melaksanakan setiap upaya secara terukur agar hasil yang dicapai lebih optimal,” katanya.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana ini dilakukan oleh kementerian dan lembaga, dengan anggaran yang sudah ada, dan dikoordinasikan oleh Satgas PRR.
“Total semuanya adalah Rp100,1 triliun untuk 11.520 kegiatan yang sudah teridentifikasi. Nah, ini dibagi ada kementerian 23 K/L (kementerian/lembaga) yang kementerian utama yang melakukan kegiatan dan ada sisanya 10 kementerian lembaga yang mendukung. Jadi total 33 kementerian/ lembaga yang tergabung dalam satgas ini,” jelas Tito.
Pemulihan sektor peternakan ini tertuang dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028, yang menempatkan pengembalian mata pencaharian masyarakat sebagai prioritas utama. Penanganan kesehatan hewan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.
Renduk PRRP adalah dokumen kebijakan nasional yang disahkan melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2026. Dokumen ini berfungsi untuk memandu pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Bantuan diteruskan melalui dinas yang menangani peternakan di daerah kepada kelompok penerima manfaat, disertai keterlibatan penyuluh dan petugas kesehatan hewan. Dukungan mencakup penyediaan bibit ternak, pakan, layanan kesehatan hewan, hingga pemulihan bangunan dan fasilitas pendukung. Pendampingan khusus juga diarahkan bagi keluarga miskin dan kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam proses pemulihan.
Bantuan obat dan pakan ini awal dari perjalanan panjang pemulihan. Dengan kondisi ternak yang kembali sehat dan lingkungan kandang yang bersih, para peternak Aceh Utara perlahan mulai menata harapan kembali.
Mukhlisin dan ratusan peternak lainnya kini menanti perkembangan ternaknya. Setiap hari mereka merawatnya agar tumbuh sehat. Para peternak berharap bisa kembali bangkit dari sisa-sisa bencana tahun lalu. (*)



