Banda Aceh (Waspada Aceh) — PT Pelabuhan Kuala Langsa Energi (PKLE) menyerahkan motor listrik untuk mendukung operasional petugas pencatat meter listrik di Aceh. Sebanyak 600 unit motor listrik disiapkan untuk mendukung operasional PLN di Aceh.
Penyerahan secara simbolis berlangsung di kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Banda Aceh, Kamis (29/10/2026). Dalam prosesi tersebut, CEO Indomobil, Santiko Wardoyo, menyerahkan kunci kendaraan kepada CEO PT Pelabuhan Kuala Langsa Energi (PKLE) Nazaruddin Ibrahim yang kemudian meneruskannya kepada perwakilan perusahaan vendor penerima. Prosesi itu disaksikan General Manager PLN UID Aceh, Edy Saputra.
Nazaruddin mengatakan, penyerahan kendaraan dilakukan secara bertahap. Dari total 600 unit yang disiapkan untuk Aceh, sebanyak 350 unit telah tiba, sedangkan sisanya akan menyusul.
“Untuk Aceh sekitar 600 unit. Tahap pertama baru 350 yang sudah sampai di Aceh, sedangkan tahap selanjutnya akan menyusul,” kata Nazaruddin.
Motor listrik tersebut diperuntukkan bagi petugas pencatat meter yang setiap hari mendatangi rumah pelanggan. Kendaraan ini dirancang untuk menunjang mobilitas petugas, termasuk ketika menjangkau wilayah perbukitan dan pegunungan.
Menurut Nazaruddin, motor listrik yang disediakan terdiri atas dua tipe, yakni Adora dan Tirano. Perbedaan keduanya terletak pada desain dan kelengkapan tertentu, termasuk keranjang untuk membawa perlengkapan kerja.

PKLE Siapkan Garansi Baterai Empat Tahun
Selain menyediakan kendaraan, PKLE menyiapkan layanan purnajual untuk mendukung penggunaan motor listrik dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Nazaruddin mengatakan, pihaknya memberikan garansi baterai selama empat tahun dan menangani kerusakan kendaraan. Jika motor mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dijalankan, pihaknya menyatakan siap menjemput kendaraan langsung ke lokasi.
“Garansi baterai empat tahun. Jika ada kerusakan, baik besar maupun kecil, semuanya menjadi tanggung jawab kami. Bahkan, kalau kerusakannya berat dan kendaraan tidak bisa jalan, kami bersedia menjemput ke lapangan,” ujarnya.
PKLE juga berencana memperluas jaringan bengkel hingga kabupaten dan kecamatan di Aceh. Langkah tersebut ditujukan untuk memudahkan pengguna mendapatkan layanan perawatan dan suku cadang.
Penyerahan motor listrik ini melibatkan delapan perusahaan penerima, yakni PT Alam Hijau Energi, PT Palma Nafindo Pratama, PT Wahana Nusantara Elektrik, PT Kana Insani Mitra, PT Hartana Tamita Bersama, PT Arta Mandiri Selaras, PT Karinsa Mapelindo, dan PT Centra Natural Niaga.
PLN Targetkan Seluruh Kendaraan Operasional Beralih ke Listrik
General Manager PLN UID Aceh, Edy Saputra, mengatakan PLN menargetkan seluruh kendaraan operasionalnya beralih menggunakan kendaraan listrik secara bertahap.
“Untuk operasional yang ada di PLN, kami akan alihkan ke EV 100 persen. Salah satunya untuk teman-teman di pencatatan keliling listrik, ini sudah 100 persen menggunakan kendaraan bermotor listrik,” kata Edy.
Ia mengatakan, PLN juga berencana menambah fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Aceh. Salah satu rencana pengembangan dilakukan melalui pembangunan SPKLU Center di kantor PLN UID Aceh.
Menurut Edy, penambahan fasilitas pengisian daya diharapkan memudahkan pengguna kendaraan listrik, termasuk masyarakat yang melakukan perjalanan dari Banda Aceh ke berbagai daerah di Aceh.
PLN juga menawarkan diskon 30 persen untuk pengisian daya kendaraan listrik di rumah melalui layanan home charging service (HCS), sesuai ketentuan program. Diskon tersebut berlaku untuk pengisian daya pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
Indomobil Sebut Motor Listrik Berpotensi Hemat Biaya Operasional
CEO Indomobil, Santiko Wardoyo, mengatakan penggunaan motor listrik berpotensi menekan biaya operasional dibandingkan sepeda motor berbahan bakar minyak.
Menurut Santiko, motor listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin seperti kendaraan konvensional. Pengisian daya di rumah juga dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang melakukan perjalanan rutin.
“Kalau bicara total, menurut saya bisa sampai 50 persen,” kata Santiko saat menjelaskan perkiraan penghematan biaya bahan bakar dan perawatan.
Meski demikian, besaran penghematan aktual dapat berbeda bergantung pada jarak tempuh, pola penggunaan, tarif listrik, biaya perawatan, dan kebutuhan penggantian komponen.
Penggunaan motor listrik untuk operasional petugas PLN di Aceh menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Selain ketersediaan unit, kesiapan fasilitas pengisian daya dan layanan purnajual menjadi faktor penting untuk mendukung penggunaan kendaraan tersebut secara berkelanjutan. (*)



