Blangkejeren (Waspada Aceh) – Korban banjir di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, masih membutuhkan bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.
Hingga Kamis (29/10/2026), pemenuhan kebutuhan konsumsi menjadi persoalan utama karena sebagian besar rumah warga masih dipenuhi lumpur sehingga belum dapat digunakan untuk beraktivitas, termasuk memasak.
Tenda bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah didirikan untuk menampung para pengungsi. Namun, dapur umum belum beroperasi karena peralatan yang dibutuhkan belum lengkap.
Gecik Desa Badak, Muhammadsyah, mengatakan bahwa hampir seluruh warga di Desa Badak terdampak dan jumlah jiwanya mencapai kurang lebih dari 1.800 jiwa.

Sampai saat ini, kata Muhammadsyah bantuan di lokasi banjir masih terbatas, termasuk konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan makan siang, warga menerima sekitar 250 bungkus makanan dari masyarakat sekitar dan 300 bungkus dari BPBD.
Jumlah tersebut menurut Muhammadsyah belum mencukupi kebutuhan seluruh korban banjir. Sebagai upaya tambahan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dialihkan untuk membantu warga terdampak.
“Bantuan yang sudah diterima berupa air mineral dan telur serta MBG. Kami masih membutuhkan bantuan yang lain, baik dari pemerintah maupun warga Gayo Lues,” sebutnya.
Selain makanan, warga juga membutuhkan kursi roda untuk membantu sejumlah lanjut usia (lansia) yang sedang sakit.
Muhammadsyah berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama masa pengungsian.
Ia juga meminta pemerintah mempertimbangkan relokasi permukiman untuk mengurangi risiko bencana serupa, mengingat wilayah Gayo Lues masih berpotensi diguyur hujan deras.
“Kalau bisa, seluruh Kampung Badak direlokasi agar warga lebih aman,” harapnya.
Ia turut mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak bertahan di rumah masing-masing selama kondisi belum aman. (*)



