Texas (Waspada Aceh) – Dua peristiwa jatuhnya pesawat terjadi dalam rentang waktu berdekatan di wilayah Amerika Serikat pada 15–16 Juni 2026. Satu insiden melibatkan jet bisnis di Texas yang menewaskan satu orang, sedangkan pesawat pembom militer jatuh di California dan merenggut nyawa seluruh awaknya.
Di Laredo, Texas, sebuah jet bisnis jenis Cessna 680 Citation Latitude jatuh di Jalan Raya Loop 20 pada Selasa malam (16/6/2026) waktu setempat. Pesawat yang membawa enam orang ini terbang dari Meksiko dengan tujuan Austin.
Namun sesaat kemudian mengalami gangguan teknis sehingga meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Laredo. Pesawat akhirnya jatuh sekitar empat kilometer dari area bandara tersebut.
Satu orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya berhasil diselamatkan. Aksi heroik warga sekitar dan petugas gabungan tampak memecahkan kaca badan pesawat untuk mengeluarkan korban sebelum kobaran api semakin membesar.
Kelima orang yang selamat langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis. Otoritas setempat saat ini masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya kecelakaan ini.
Dua hari sebelumnya, tepatnya pada Senin pagi (15/6/2026) waktu setempat, sebuah pesawat pembom strategis jenis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat juga jatuh dan meledak di kawasan Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California.
Berdasarkan laporan media New York Post, seluruh delapan orang awak yang berada di dalam pesawat dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Sehari setelah peristiwa itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui akun media sosialnya di platform X mengonfirmasi bahwa pesawat jenis yang sama, yang kerap dijuluki “Stratosaurus” karena usia operasionalnya yang sudah sangat lama, masih digunakan dalam misi serangan terhadap pos komando dan sasaran yang memiliki sistem rudal balistik.
Hingga saat ini, penyebab jatuhnya pesawat tersebut juga masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang. (*)



